Page 941 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 941
Andi hanya berkata singkat seputar kehadirannya bersama Said di istana. "Tadi malam (Minggu
malam, 4/10, Red)," jawabnya singkat seraya berlalu saat ditanya kapan mendapat panggilan
untuk datang ke istana.
Dikonfirmasi ulang soal pertemuannya dengan Presiden Jokowi, Said Iqbal juga tak memberikan
jawaban pasti. Dia hanya menyatakan, tidak ada hasil apa pun dari pertemuan siang itu.
Said justru menegaskan kembali soal aksi mogok nasional selama tiga hari (6-8 Oktober). Aksi
tersebut bakal melibatkan 2 juta buruh dari berbagai sektor industri.
Dalam aksi mogok nasional nanti, tegas Said, buruh akan menyuarakan tolak omnibus law RUU
Cipta Kerja. Beberapa poin aspirasi itu, antara lain, meminta tetap ada UMK tanpa syarat dan
UMSK jangan hilang, nilai pesangon tidak berkurang, tidak boleh ada PKWT atau karyawan
kontrak seumur hidup, dan tidak boleh ada outsourcing seumur hidup.
Selain itu, waktu kerja tidak boleh eksploitatif, cuti dan hak upah atas cuti tidak boleh hilang,
serta karyawan kontrak dan outsourcing harus mendapat jaminan kesehatan dan pensiun.
"Sementara itu, terkait dengan PHK, sanksi pidana kepada pengusaha, dan TKA harus tetap
sesuai dengan isi UU 13/2003," tegasnya.
Hingga berita ini ditulis pukul 22.00 tadi malam, belum ada juru bicara dari istana yang mau
memberikan keterangan mengenai kehadiran dua tokoh buruh tersebut di istana. Fadjroel
Rachman, juru bicara presiden, yang dihubungi sejak sore tidak merespons.
Begitu pula Juru Bicara Presiden Bidang Sosial Angkie Yudistia. Sementara Deputi IV Kantor Staf
Presiden Juri Ardiantoro hanya merespons singkat. Dia menyatakan belum mendapat
perkembangan informasi mengenai kehadiran Said dan Andi ke istana.
Editor : Ilham Safutra Reporter : byu/mia/c9/fal .
940

