Page 936 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 936

Segera setelah draft RUU Omnibus Law Cipta Kerja rampung ada awal tahun 2020, pemerintah
              langsung mengirimkan draf RUU ke DPR. Sehingga draf RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja
              bisa masuk ke Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020.

              Presiden Jokowi mengirimkan draf RUU Cipta Kerja kepada DPR pada 7 Februari 2020. Sebagai
              informasi, pemerintah menyusun 11 klaster pembahasan dalam draf RUU Omnibus Law Cipta
              Lapangan Kerja.

              Klaster  tersebut  terdiri  dari,  penyederhanaan  perizinan  berusaha,  persyaratan  investasi,
              ketenagakerjaan,  kemudahan  pemberdayaan  UMKM,  kemudahan  berusaha,  dukungan  riset
              inovasi, administrasi pemerintahan, pengenaan sanksi, pengadaan lahan, investasi dan proyek
              pemerintah, dan yang terakhir kawasan ekonomi.

              RUU ini baru mulai dibahas DPR pada 2 April 2020 dalam Rapat Paripurna ke-13. Selama di
              parlemen,  proses  pembahasannya  relatif  berjalan  mulus.  Untuk  meloloskan  RUU  Cipta  Kerja
              menjadi UU Cipta Kerja, anggota dewan sampai rela melakukan rapat maraton.
              Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Supratman Andi Agtas pun mengatakan, pada bab-bab
              terakhir pembahasan RUU tersebut bahkan dilakukan di akhir pekan. Secara keseluruhan, Baleg
              DPR RI dan pemerintah telah melakukan 64 kali rapat.

              "Rapat 64 kali, 65 kali panja dan 6 kali timus timsin, mulai Senin-Minggu, dari pagi sampai malam
              dini hari, bahkan reses melakukan rapat di dalam atau di luar gedung atas persetujuan pimpinan
              DPR," kata dia dalam Rapat Paripurna DPR RI, Senin (5/10/2020).

              Secara keseluruhan RUU yang disusun dengan metode omnibus law itu terdiri dari 15 bab dan
              174 pasal dari yang sebelumnya 15 bab dengan 185 pasal,  Secara keseluruhan, ada 1.203 pasal
              dari  73  undang-undang  terkait  dan  terbagi  atas  7,197  DIM  yang  terdampak  RUU  tersebut.
              Pembahasan terkait RUU Cipta Kerja ini pun mengundang penolakan terutama dari kalangan
              buruh.
              Berbagai  serikat  pekerja  yang  berafiliasi  kepada  global  unions  federations  menyatakan
              kekecewaannya terhadap hasil pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja tingkat pertama pada
              Sabtu malam (3/10/2020).

              Bahkan menjelang pengesahan, Rapat Baleg DPR semakin intens meski di waktu akhir pekan
              dan sampai larut malam. Seperti rapat pengesahan ke Paripurna yang baru dibuka pada sekitar
              pukul 21.00 WIB dan berakhir pada dini hari pada Sabtu (3/10/2020).

              Hingga  RUU  Cipta  Kerja  masuk  ke  Paripurna,  tak  ada  masalah  berarti  sekaligus  tak  banyak
              perdebatan di antara anggota dewan. RUU ini resmi jadi UU setelah disahkan DPR pada Senin
              (5/10/2020).

              Isi RUU Cipta Kerja didukung oleh seluruh partai pendukung koalisi pemerintah. Sedangkan, dua
              fraksi menyatakan menolak RUU menjadi UU Cipta Kerja ini yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
              dan Partai Demokrat.

              Tujuh fraksi partai pendukung RUU Cipta Kerja untuk disahkan menjadi UU antara lain Partai
              Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai
              Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan
              (PPP).

              RUU Cipta Kerja hanya salah satu bagian dari omnibus law. Dalam omnibus law, terdapat tiga
              RUU yang siap diundangkan, antara lain RUU tentang Cipta Kerja, RUU tentang Ketentuan dan
              Fasilitas  Perpajakan  untuk  Penguatan  Perekonomian,  dan  RUU  tentang  Pengembangan  dan
              Penguatan Sektor Keuangan.

                                                           935
   931   932   933   934   935   936   937   938   939   940   941