Page 935 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 935

DIUSULKAN JOKOWI, INI PERJALANAN PANJANG KELUARNYA UU CIPTA KERJA

              Rancangan Undang-Undang atau RUU  Omnibus Law Cipta Kerja  resmi disahkan  DPR  menjadi
              Undang-Undang (UU) pada rapat paripurna, Senin (5/10/2020).

              RUU Cipta Kerja  merupakan RUU yang diusulkan  Presiden Joko Widodo  (  Jokowi  ) dan
              merupakan bagian dari RUU Prioritas Tahun 2020 dalam Program Legislasi Nasional Tahun 2020.

              Pembahasan RUU Cipta Kerja oleh pemerintah dan DPR ini terbilang kilat dibandingkan dengan
              pembahasan  RUU  lain.  Bahkan,  awalnya  RUU  Cipta  Kerja  bisa  selesai  sebelum  17  Agustus
              meskipun di tengah pandemi Covid-19.

              Bandingkan dengan RUU lain yang belum juga diselesaikan oleh DPR seperti RUU Penghapusan
              Kekerasan Seksual (PKS) dan RUU Pekerja Rumah Tangga (PRT). Padahal jika dilihat dari jumlah
              Daftar Inventarisasi Masalah atau DIM, pasal-pasal di RUU Cipta Kerja yang dibahas jumlahnya
              jauh lebih banyak.

              Dikebutnya pembahasan RUU ini diklaim demi kemudahan investasi di Indonesia. Sidang-sidang
              pembahasannya dilakukan siang malam bahkan hingga larut malam, meskipun dibahas di tengah
              masa reses dan pandemi.

              Pemerintah dan Baleg DPR RI memang sempat menunda pembahasan Klaster Ketenagakerjaan
              ini setelah mendapat perintah resmi dari Presiden Joko Widodo pada 24 April lalu. Hal ini untuk
              merespons tuntutan buruh yang keberatan dengan sejumlah pasal dalam klaster tersebut.
              Jauh sebelum disahkan, pemerintah bergerak cepat meloloskan RUU Cipta Kerja. Pada Februari
              2020, pemerintah mengklaim telah melakukan  roadshow  omnibus law RUU Cipta Kerja di 18
              kota di Indonesia untuk menyerap aspirasi masyarakat.

              "Untuk menyerap aspirasi dari teman-teman maka seluruh  stakeholder  ekonomi akan dilibatkan,
              justru  Bapak  Presiden  memerintahkan  untuk  menyerap  aspirasi  semuanya,"  kata  Sekretaris
              Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono kala itu.

              Adapun  daerah-daerah  tempat  digelarnya    roadshow    adalah  daerah-daerah  yang  memiliki
              stakeholder paling banyak, selain itu jumlah perusahaan dan jumlah pekerjanya juga banyak.
              Dari sisi investasi, juga menjadi pertimbangan digelarnya  roadshow  di daerah tersebut.

              Justru  selama  penyusunan  draft  adalah  periode  paling  alot  ketimbang  pembahasan  di  DPR.
              Karena selama penyusunan draft, pihak serikat buruh yang jadi salah satu  stakeholder  beberapa
              kali melayangkan keberatan.

              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  mengatakan,  salah  satu  hal  yang  membuat  alotnya
              pembahasan omnibus law yakni karena sulitnya mempertemukan kepentingan pengusaha dan
              buruh atau tenaga kerja.

              "Memang tidak gampang, butuh waktu, pasti mempertemukan antara kepentingan pengusaha
              dan tenaga kerja itu bukan hal yang gampang," ujar Ida ketika ditemui di kantor Kementerian
              Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Senin (23/12/2019).

              Ida menjelaskan, saat itu kementeriannya masih dalam proses inventarisasi dan mendengarkan
              masukan dari buruh dan dunia usaha misalnya terkait upah minimum dan pesangon.
              Selain itu juga dalam hal prinsip  easy hiring  dan  easy firing  yang sebelumnya sempat disebut
              oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

              "Kami masih dalam proses menginventarisir dan mendengar," ujar Ida.


                                                           934
   930   931   932   933   934   935   936   937   938   939   940