Page 931 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 931

"Pemerintah menegaskan sekali lagi bahwa proses penyusunan RUU Cipta Kerja sejatinya telah
              melibatkan  partisipasi  publik,  baik  unsur  pekerja/buruh  yang  diwakili  serikat  pekerja/serikat
              buruh,  pengusaha,  kementerian/lembaga,  praktisi  dan  akademisi  dari  perguruan  tinggi  serta
              lembaga lainnya, seperti International Labour Organization (ILO)," kata Ida dalam pernyataan
              tertulis, Selasa (6/10/2020).

              Dia menjelaskan rumusan klaster ketenagakerjaan yang ada dalam UU Cipta Kerja adalah intisari
              dari hasil kajian pakar/ahli, focus group discussion (FGD), Rembug Tripartit antara pemerintah,
              pekerja dan pengusaha.

              Bahkan,  Ida  menjelaskan  pada  saat  RUU  Ciptaker  masuk  dalam  tahap pembahasan  di  DPR,
              sesuai  arahan  Presiden  Joko  Widodo  (Jokowi)  pada  24  April  2020,  pemerintah  melakukan
              kembali  pendalaman  rumusan  klaster  ketenagakerjaan  yang  melibatkan  pengusaha  dengan
              perwakilan buruh.

              "Dalam pertemuan tersebut, pemerintah banyak menerima masukan dari serikat pekerja/serikat
              buruh. Dengan proses yang telah dijalankan ini, pemerintah telah dengan seksama menyerap
              berbagai aspirasi, khususnya dari unsur pekerja/buruh," ujarnya.

              Namun,  lanjut  dia,  pemerintah  menyadari  bahwa  dalam  proses  penyusunan  RUU  Ciptaker
              terdapat perbedaan pandangan alias pro-kontra. Ida menilai itu hal yang wajar dalam dinamika
              sosial dan demokrasi.

              Hanya  saja,  pada  akhirnya  pemerintah  harus  memutuskan  dan  menyiapkan  draf  yang  akan
              dibahas bersama DPR. Itupun menurutnya dibahas secara transparan.

              "Disisi lain, proses pembahasan RUU Cipta Kerja antara Pemerintah dan DPR berjalan secara
              transparan. Bahkan untuk pertama kalinya pembahasan suatu RUU dilakukan secara terbuka
              dan disiarkan melalui kanal-kanal media sosial yang tersedia. Hal ini dimaksudkan agar publik
              dapat mengawal proses pembahasan RUU Cipta Kerja secara seksama," paparnya.
              Dia menambahkan, proses pembahasan RUU Ciptaker di DPR berjalan dinamis, demokratis dan
              konstruktif.  Pemerintah  menerima  banyak  masukan  dari  Panja  DPR  sehingga  menghasilkan
              perubahan rumusan ketentuan dalam klaster ketenagakerjaan.


































                                                           930
   926   927   928   929   930   931   932   933   934   935   936