Page 929 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 929

Berbeda dengan kalangan pekerja, dunia usaha menyambut baik  UU Cipta Kerja  yang disahkan
              Senin, lantaran sejumlah hal yang dianggap menguntungkan.
              Antara  lain,  dianggap  mampu  melonggarkan  masuknya  investasi,  perluasan  lapangan  kerja,
              bahkan membantu pemulihan ekonomi yang terpukul  pandemi Covid-19  .

              Seperti dituturkan  Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (  Kadin  ) Indonesia Rosan P
              Roeslani, pihaknya menyambut dan mengapresiasi kinerja dalam pengesahan  UU Cipta Kerja  .

              UU  tersebut,  kata  dia,  mampu  menjawab  dan  menyelesaikan  berbagai  permasalahan  yang
              menghambat peningkatan investasi dan membuka lapangan kerja.

              "Melalui penyederhanaan sistem birokrasi dan perizinan, kemudahan bagi pelaku usaha terutama
              UMKM, ekosistem investasi yang kondusif, hingga tercipta lapangan kerja yang semakin besar
              untuk menjawab kebutuhan angkatan kerja yang terus bertambah," kata Rosan, seperti  Pikiran-
              rakyat.com kutip  dari Antara.

              Seperti diketahui, pandemi COVID-19 berdampak luas tidak hanya pada kesehatan, namun juga
              pada ekonomi, termasuk penyediaan lapangan kerja.

              Sehingga,  kata  Rosan,  banyak  orang  yang  kehilangan  pekerjaan  atau  banyak  pekerja  yang
              bekerja menjadi paruh waktu.

              Diharapkan dampak  UU Cipta Kerja  disahkan, banyak pula investasi yang masuk, lapangan
              pekerjaan akan semakin terbuka dan meluas.

              "Kejadian pandemi COVID-19 memberikan dampak kontraksi perekonomian dan dunia usaha
              yang  sangat  signifikan,  RUU  Cipta  Kerja  menjadi  penting  dan  diperlukan  untuk  mendukung
              pertumbuhan ekonomi melalui program pemulihan dan transformasi ekonomi," katanya.

              Menurut Rosan, dengan adanya dinamika perubahan ekonomi global memerlukan respons cepat
              dan tepat. Tanpa reformasi struktural, pertumbuhan ekonomi akan tetap melambat.
              "Penciptaan lapangan kerja harus dilakukan, yakni dengan mendorong peningkatan investasi
              sebesar  6,6-7  persen  untuk  membangun  usaha  baru  atau  mengembangkan  usaha  eksisting,
              yang  pada  akhirnya  akan  mendorong  peningkatan  konsumsi  di  kisaran  5,4-5,6  persen,"
              imbuhnya.
              Rosan juga menilai, pengesahan  UU Cipta Kerja  itu dapat mendukung program pemberdayaan
              UMKM dan koperasi agar peningkatan kontribusi UMKM terhadap PDB menjadi 65 persen dan
              peningkatan kontribusi koperasi terhadap PDB menjadi 5,5 persen.

              Ia menambahkan apabila  UU Cipta Kerja  dilakukan, maka akan meningkatkan  daya saing
              Indonesia dan mendorong investasi masuk sehingga akan menciptakan lebih banyak lapangan
              kerja bagi masyarakat yang akhirnya akan mempercepat pemulihan perekonomian nasional.

              ***.














                                                           928
   924   925   926   927   928   929   930   931   932   933   934