Page 937 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 937

Namun demikian, Omnibus Law Cipta Kerja jadi RUU yang paling banyak jadi sorotan publik.
              Selain dianggap banyak memuat pasal kontroversial, RUU Cipta Kerja dinilai serikat buruh hanya
              mementingkan kepentingan investor.

              Secara  substansi,  RUU  Cipta  Kerja  adalah  paket  Omnibus  Law  yang  dampaknya  paling
              berpengaruh pada masyarakat luas, terutama jutaan pekerja di Indonesia. Hal ini yang membuat
              banyak serikat buruh mati-matian menolak RUU Cipta Kerja.

              Sejumlah pasal dari RUU Omnibus Law adalah dianggap serikat buruh akan merugikan posisi
              tawar pekerja. Salah satu yang jadi sorotan yakni penghapusan skema upah minimum UMK yang
              diganti dengan UMP yang bisa membuat upah pekerja lebih rendah.

              Lalu, buruh juga mempersoalkan Pasal 79 yang menyatakan istirahat hanya 1 hari per minggu.
              Ini artinya, kewajiban pengusaha memberikan waktu istirahat kepada pekerja atau buruh makin
              berkurang dalam Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

              Beberapa  ketentuan  RUU  Cipta  Kerja  juga dianggap  kontroversial  antara  lain  terkait  pekerja
              kontrak (perjanjian kerja waktu tertentu/PKWT), upah, pesangon, hubungan kerja, mekanisme
              pemutusan hubungan kerja (PHK), penyelesaian perselisihan hubungan industrial, serta jaminan
              sosial.





















































                                                           936
   932   933   934   935   936   937   938   939   940   941   942