Page 957 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 957

Menanggapi  aksi  mogok  nasional  yang  dilakukan  serikat  pekerja  atau  buruh  ini,  Menteri
              Ketenagakerjaan Ida Fauziayh mengatakan bahwa sejak awal 2020, dialog tentang RUU Cipta
              Kerja telah dimulai, baik secara formal melalui lembaga Tripartit, maupun secara informal.



              MENAKER: BANYAK SEKALI ASPIRASI SERIKAT BURUH YANG SUDAH AKOMODASI

              Jakarta, Sekitar 32 federasi dan konfederasi serikat buruh menggelar unjuk rasa serempak yang
              diberi nama mogok nasional. Aksi penolakan Omnibus Law Cipta Kerja ini digelar pada 6 hingga
              8 Oktober 2020.

              Menanggapi  aksi  mogok  nasional  yang  dilakukan  serikat  pekerja  atau  buruh  ini,  Menteri
              Ketenagakerjaan Ida Fauziayh mengatakan bahwa sejak awal 2020, dialog tentang RUU Cipta
              Kerja telah dimulai, baik secara formal melalui lembaga Tripartit, maupun secara informal.
              "Aspirasi  kalian  sudah  kami  dengar,  sudah  kami  pahami.  Sedapat  mungkin  aspirasi  ini  kami
              sertakan menjadi bagian dari RUU ini. Pada saat yang sama kami juga menerima aspirasi dari
              berbagai kalangan. Saya berupaya mencari titik keseimbangan. Antara melindungi yang telah
              bekerja dan memberi kesempatan kerja pada jutaan orang yang masih menganggur, yang tak
              punya  penghasilan  dan  kebanggaan.  Tidak  mudah  memang,  tapi  kami  perjuangkan  dengan
              sebaik-baiknya," kata Ida Fauziyah dalam surat terbuka kepada serikat pekerja/serikat buruh,
              Selasa (6/10/2020).

              Ida memahami bahwa ada pihak-pihak yang kecewa atau belum puas dengan RUU Cipta Kerja.
              "Saya menerima dan mengerti. Ingatlah, hati saya bersama kalian dan bersama mereka yang
              masih menganggur," kata Ida.

              Terkait rencana mogok nasional, Ida meminta agar dipikirkan lagi dengan tenang karena situasi
              saat ini jelas tidak memungkinkan untuk turun ke jalan atau berkumpul. Kasus Covid-19 hingga
              saat ini masih tinggi dan masih belum ada vaksinnya.

              "Pertimbangkan ulang rencana mogok itu.

              outsourcing  , syarat PHK, itu semua masih mengacu pada UU lama.  Soal upah juga masih
              mengakomodir adanya UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota). Jika teman-teman ingin 100%
              diakomodir, itu tidak mungkin. Namun bacalah hasilnya. Akan terlihat bahwa keberpihakan kami
              terang benderang," kata Ida.
              Karena sudah banyak yang diakomodir, menurut Ida mogok menjadi tidak relevan. "Lupakanlah
              rencana itu. Jangan ambil risiko membahayakan nyawa kalian, istri, suami dan anak-anak di
              rumah. Mereka wajib kita jaga agar tetap sehat," pesannya.

              Ida juga mengajak seluruh pihak yang menentang RUU Cipta Kerja untuk kembali duduk bareng
              dengan semangat untuk melindungi yang sedang bekerja dan memberi pekerjaan bagi yang
              masih mengganggur.

              "Saya dengan antusias menunggu kehadiran teman-teman di meja dialog, bukan di jalanan. Saya
              percaya  kita  selalu  bisa  menemukan  jalan  tengah  yang  saling  menenangkan.  Kita  sedang
              berupaya menyalakan lilin dan bukan menyalahkan kegelapan," kata Ida.

              Sumber:BeritaSatu.com.






                                                           956
   952   953   954   955   956   957   958   959   960   961   962