Page 988 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 988
MENAKER MINTA BURUH BATALKAN MOGOK
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah meminta kepada serikat pekerja buruh di seluruh
Indonesia untuk tidak melakukan aksi mogok kerja nasional pada 5-6 Oktober mendatang.
Terlebih di tengah pandemi Covid-19.
"Terkait rencana mogok nasional, saya meminta agar dipikirkan lagi dengan tenang karena
situasi jelas tidak memungkinkan untuk turun ke jalan, untuk berkumpul. Pandemi Covid masih
tinggi, masih belum ada vaksinnya," ujar Ida dalam Surat Terbukanya kepada Serikat pekerja,
ditulis Selasa (6/10).
Ida mengatakan, sejak awal 2020 pihaknya telah mulai berdialog tentang RUU Cipta Kerja, baik
secara formal melalui lembaga Tripartit, maupun secara informal. Sehingga aspirasi pekerja
dipastikan telah diakomodir dengan baik oleh pemerintah.
"Sedapat mungkin aspirasi ini kami sertakan menjadi bagian dari RUU ini. Pada saat yang sama
kami juga menerima aspirasi dari berbagai kalangan," ucapnya.
Kemudian, dia meminta Serikat Pekerja untuk membaca secara utuh atas isi RUU Cipta Kerja.
Mengingat dia menilai banyak aspirasi dari buruh telah di realisasikan dalam Undang-Undang
yang baru disahkan ini.
"Pertimbangkan ulang rencana mogok itu. Bacalah secara utuh RUU Cipta Kerja ini. Banyak sekali
aspirasi teman-teman yang kami akomodir. Soal PKWT, outsourcing, syarat PHK, itu semua
masih mengacu pada UU lama. Soal upah juga masih mengakomodir adanya UMK. Jika teman-
teman ingin 100 persen diakomodir, itu tidak mungkin. Namun bacalah hasilnya. Akan terlihat
bahwa keberpihakan kami terang benderang," paparnya.
Menaker Ida mengatakan, karena banyak permintaan yang telah diakomodir maka menurut dia
mogok sudah tidak relevan. Ia meminta agar serikat pekerja dan buruh tidak mengambil risiko
yang dapat membahayakan nyawa pekerjadan keluarga mereka.
Menaker Ida mengajak para anggota serikat pekerja dan buruh untuk kembali duduk bersama
dengan semangat melindungi yang masih bekerjadan kini sedang menganggur.
"Saya dengan antusias menunggu kehadiran teman-teman di meja dialog, bukan di jalanan. Saya
percaya kita selalu bisa menemukan jalan tengah yang saling menenangkan. Kita sedang
berupaya menyalakan lilin dan bukan menyalahkan kegelapan," tegasnya.
Sebelumnya, 32 federasi dan konfederasi serikat buruh seperti KSPI,
KSPSIAGN.beberapayangtergabung dalam KSPSI pimpinan Yorrys seperti SPLEM dan aliansi
serikat pekerja seperti GEKAN AS (Gerakan Kesejahteraan Nasional) mengatakan akan
melakukan aksi serempak mogok nasional pada6-8 Oktober2020. Mereka menentang
pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang disetujui DPR menjadi udang-undang pada
Senin (5/10).(Ant)
987

