Page 999 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 999

Iqbal menyebut poin-poin dalam RUU Ciptaker yang akan merugikan buruh. Sebut saja PHK,
              sanksi pidana bagi pengusaha, TKA, UMK dan UMSK, pesangon, karyawan kontrak seumur hidup,
              outsourcing  seumur hidup, waktu kerja, hak cuti, serta jaminan kesehatan-pensiun.

              Upah Sektoral Dihapus Bisa Memperuncing Konflik Buruh-Pengusaha  100 ribu orang lain yang
              tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) akan melakukan aksi serupa. Nining
              Elitos, Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Buruh Indonesia (KASBI), salah satu elemen
              dalam Gebrak, mengatakan jumlah itu merupakan gabungan dari buruh industri manufaktur,
              pelabuhan,  BUMN,  sekaligus  mahasiswa  dan  masyarakat  sipil  dari  sekurang-kurangnya  15
              provinsi.

              Nining lantas mengatakan lagi apa yang menyebabkan mereka menolak RUU Ciptaker dan turun
              ke  jalan,  baik  dalam  bentuk  demonstrasi  atau  mogok.  Menurutnya  peraturan  ini  akan
              memudahkan PHK--yang  diakui sendiri oleh pemerintah  --tapi selalu dibalut retorika membuka
              lapangan kerja.

              "Bagaimana mungkin  omnibus law  ingin menciptakan lapangan kerja dengan memudahkan
              PHK? Pasar kerja fleksibel sama dengan memaksa rakyat bekerja dalam perbudakan modern,"
              ucap Nining, Senin (5/10/2020).

              Rencana  mogok/aksi  nasional  dilayangkan  buruh  ketika  DPR  menyebut  RUU  Ciptaker  bakal
              disahkan pada Kamis 8 Oktober. Namun dengan alasan Corona, DPR mempercepatnya menjadi
              kemarin, 5 Oktober. Belum ada konfirmasi apakah dengan keputusan itu demonstrasi/mogok
              tetap dilaksanakan atau batal.
















































                                                           998
   994   995   996   997   998   999   1000   1001   1002   1003   1004