Page 995 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 995

Menyikapi kondisi tersebut, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah pun menulis surat terbuka
              bagi serikat pekerja atau buruh yang berencana melakukan mogok kerja nasional.
              Disahkan Semalam, Presiden KSPI: Ada 7 Poin Krusial UU Cipta Kerja yang Merugikan Buruh
              Undang-Undang Cipta Kerja, Pekerja Kena PHK Dapat Uang Tunai dan Pelatihan Berupa Program
              JKP  Konfederasi Serikat Pekerja Tetap Akan Mogok Kerja Nasional Karena Sesuai UU No 9 Tahun
              1998  Dilansir dari Kompas.com, Menaker mengatakan aspirasi serikat pekerja/buruh telah dia
              terima dan pahami sejak awal tahun ini.

              Menurut Ida, selama ini pihaknya telah mencari titik keseimbangan terkait Omnibus Law RUU
              Cipta Kerja yang kini berubah menjadi undang-undang (UU).

              Meski dia memahami, pada akhirnya Omnibus Law UU Ciptaker telah disahkan pada hari ini
              melalui Rapat Sidang Paripurna di Gedung DPR RI.

              Berikut  pesan  terbuka  Menaker  kepada  serikat  pekerja/buruh:    Diprotes  Keras  Orangtua
              Mahasiswa, Apakah Unikom akan Kembalikan Sisa Uang Wisuda? Begini Jawabannya  Anak Mulai
              Jenuh  Belajar  Online,  9  Tips  Ini  Bantu  Dongkrak  Anak  Kembali  Semangat,  Coba  Yuk  Mom
              Kepada teman-teman serikat pekerja/serikat  buruh  "Sejak awal 2020 kita telah mulai berdialog
              tentang RUU Cipta Kerja, baik secara formal melalui lembaga Tripartit, maupun secara informal.
              Aspirasi kalian sudah kami dengar, sudah kami pahami.
              Sedapat mungkin aspirasi ini kami sertakan menjadi bagian dari RUU ini. Pada saat yang sama
              kami  juga  menerima  aspirasi  dari  berbagai  kalangan."    "Saya  berupaya  mencari  titik
              keseimbangan antara melindungi yang telah bekerja dan memberi kesempatan kerja pada jutaan
              orang yang masih menganggur, yang tak punya penghasilan dan kebanggaan.

              Tidak mudah memang, tapi kami perjuangkan dengan sebaik-baiknya."  "Saya paham ada di
              antara teman-teman yang kecewa atau belum puas. Saya menerima dan mengerti. Ingatlah,
              hati  saya  bersama kalian  dan  bersama  mereka yang  masih  menganggur."    "Terkait  rencana
              mogok  nasional,  saya  meminta  agar dipikirkan  lagi  dengan  tenang  karena  situasi  jelas  tidak
              memungkinkan untuk turun ke jalan, untuk berkumpul. Pandemi covid masih tinggi, masih belum
              ada vaksinnya."  "Pertimbangkan ulang rencana mogok itu.

              UPAH BURUH Bakal Lebih Rendah di RUU Cipta Kerja? Ini Penjelasannya, Hanya PKS Tak Setuju
              Disahkan    BERITA  PERSIB  HOT,  Mulai  Wander  Luiz  Subur  Gol,  Pemain  Muda  Dipuji,  hingga
              Mantan Sebut Stop Liga 1  Soal upah juga masih mengakomodir adanya UMK. Jika teman-teman
              ingin 100 persen diakomodir, itu tidak mungkin. Namun bacalah hasilnya. Akan terlihat bahwa
              keberpihakan kami terang benderang."  "Karena sudah banyak yang diakomodir, maka mogok
              menjadi tidak relevan. Lupakanlah rencana itu. Jangan ambil risiko membahayakan nyawa kalian,
              istri, suami dan anak-anak di rumah. Mereka wajib kita jaga agar tetap sehat."  "Saya mengajak
              kita  kembali  duduk  bareng.  Dengan  semangat  untuk  melindungi  yang  sedang  bekerja  dan
              memberi pekerjaan bagi yang masih nganggur.

              Saya dengan antusias menunggu kehadiran teman-teman di meja dialog, bukan di jalanan. Saya
              percaya kita selalu bisa menemukan jalan tengah yang saling menenangkan.

              Kita sedang berupaya menyalakan lilin dan bukan menyalahkan kegelapan."  Hari Ini SPSI Akan
              Konvoi di Jalan Utama Bandung, Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja  Ini Kata Polri Menerbitkan
              Surat  Telegram  untuk  Meredam  Aksi  Unjuk  Rasa  Buruh  Menolak  Cipta  Kerja    DPR  telah
              mengesahkan Omnibus Law RUU Cipta Kerja menjadi undang-undang melalui rapat paripurna,
              Senin (5/10/2020).

              Wakil  Ketua  DPR  Azis  Syamsuddin  mengetuk  palu  tanda  pengesahan  setelah  mendapatkan
              persetujuan dari semua peserta rapat.


                                                           994
   990   991   992   993   994   995   996   997   998   999   1000