Page 133 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 133

'Terkait dengan putusan MK, menyatakan bahwa pemerintah harus memperbaiki peraturan ini
              di dalam 2 tahun. Namun demikian selama 2 tahun ini seluruh peraturan yang terkait dengan
              UU Cipta Kerja dan seluruh turunannya masih tetap berlaku termasuk PP 36 yang mendasari
              terkait dengan perhitungan UMK ini," tuturnya.

              Setiawan menegaskan bahwa tugas gubernur hanya menetapkan terkait dengan UMK ini dan
              gubernur  tidak  dapat  merevisi  bahkan  mengoreksi  terkait  dengan  rekomendasi  yang  telah
              disampaikan oleh seluruh bupati/wali kota.

              "Oleh karena itu, surat rekomendasi yang disampaikan oleh bupati/wali kota yang saat ini sudah
              seluruhnya sesuai dengan PP 36, kemudian gubernur menetapkan hal tersebut," ujarnya.

              Setiawan mengharapkan, untuk kedepannya pihaknya merekomendasikan kepada pemerintah
              pusat agar dapat melibatkan pemerintah daerah lebih jauh khususnya di dalam penghitungan
              UMK ini.

              "Karena  kita  tahu  kondisi  ekonomi  dan  dinamika  antara  daerah  satu  dengan  daerah  lainnya
              sangat bervariasi. Oleh karena itu kami sangat berharap, bahwa pelibatan pemerintah daerah di
              masa yang akan datang bisa terlibat lebih jauh," tutupnya.

              Berdasarkan Kepgub Jawa Barat Nomor: 561/ Kep.732-Kesra/ 2021 Tanggal 30 November 2021,
              upah terbesar yaitu di Kota Bekasi sebesar Rp4.816.921,17 dan upah terkecil di Kota Banjar
              Rpl.852.099,52. Sedangkan Kota Bandung, UMK2022 ditetapkan sebesar Rp3.774.860,78.

              Sementara itu Bupati Bogor Ade Yasin menyebutkan bahwa angka UMK 2022 di wilayahnya tetap
              senilai Rp4,2 juta sesuai keputusan dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

              "UMK  sudah  [dipastikan],  kita  tetap  memakai  yang  tahun  2021,  tidak  ada  penurunan  dan
              kenaikan," ungkap Ade Yasin.
              Menurutnya  angka  UMK  wilayah  Kabupaten  Bogor  tahun  ini  sudah  di  atas  batas  atas  upah
              minimum yang jika dihitung nilainya hanya Rp3,7 juta berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP)
              Nomor 36 Tahun 2021.

              "Karena [angkanya] sudah melebihi dari Peraturan Pemerintah. Batas atasnya Rp3,7 juta, kita
              Rp4,2 juta, kan tidak mungkin diturunkan," kata Ade Yasin.

              Meski begitu, ia mengaku sudah menampung aspirasi dari para buruh yang meminta agar UMK
              tahun depan dinaikkan 7,2% menjadi Rp4,5 juta melalui surat rekomendasi yang ia kirim ke
              Gubernur Jawa Barat.

              MOGOK NASIONAL

              Sementara itu, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jabar menyerukan aksi
              mogok nasional menyikapi keputusan UMK 2022 oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

              "Kami akan melakukan evaluasi untuk menentukan langkah-langkah hukum dan juga persiapan
              aksi kembali juga untuk mogok nasional," ujar Ketua KSPSI Jabar Roy Jinto Ferianto.


              Sayangnya Roy belum mau memberitahu kapan tanggal pasti untuk aksi mogok nasional. Ia
              hanya bilang bahwa akan melakukan evaluasi terlebih dahulu atas putusan Gubernur Jabar.

              Roy mengatakan, seluruh upaya akan dilakukan oleh kaum buruh Jabar agar keputusan UMK
              2022 oleh Gubernur Ridwan Kamil dapat diubah. Sebab, keputusan itu dinilainya tidak sesuai
              dengan keadaan buruh saat ini dan cenderung hanya mengikuti keputusan pemerintah pusat.



                                                           132
   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137   138