Page 137 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 137

Adapun Wakil Ketua Bidang Ekonomi dan Perbankan DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
              Jateng Dedi Mulyadi menyatakan, kenaikan upah kali ini rasional. Terlebih, banyak karyawan
              dirumahkan, adanya pemutusan hubungan kerja, dan pembatasan jumlah pekerja yang masuk.

              Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga merujuk PP No 36/2021 dalam penetapan upah minimum.
              Namun, lima daerah penyangga ekonomi utama berbeda karena mempertimbangkan kepadatan
              daerah industri.

              Lima daerah itu meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Mojokerto, Sidoarjo, dan Pasuruan.
              Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berharap keputusan itu dipatuhi semua pihak.

              "Keputusan  kenaikan  UMK  2022  diambil  dengan  memperhatikan  rasa  keadilan,
              mempertimbangkan  kondisi  perekonomian,  serta  menjamin  kondisi  sektor  industri  dan
              ketenagakerjaan yang kondusif," ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, kemarin.

              Ketua Umum Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jatim Ahmad Fauzi, yang juga bagian dari
              Dewan Pengupahan Jatim unsur pekerja, menyatakan keberatan dengan kebijakan penetapan
              UMK 2022. Kenaikan upah Rp 75.000 per pekerja per bulan di wilayah ring satu dinilai terlalu
              sedikit.

              Di  sisi  lain,  Wakil  Koordinator  Bidang  Pengupahan  Apindo  Jatim  Johnson  Simanjuntak  juga
              menolak penetapan upah minimum di lima daerah itu. Bahkan, pihaknya berniat menggugat ke
              jalur hukum. "Penetapan di lima kabupaten/kota tidak sesuai PP Pengupahan," kata Johnson.

              Sementara itu, organisasi-organisasi pekerja se-Banten juga menolak penetapan upah minimum
              kabupaten/kota tahun 2022. Penolakan karena upah di tiga kabupaten naik dan kenaikan upah
              di lima kabupaten lain berkisar 0,52-1,71 persen. Hal itu tak sesuai dengan kesepakatan saat
              pembahasan tripartit di Banten, yakni upah naik 5,4 persen.

              (NIK/DIT/BRO/ETA/DAN)







































                                                           136
   132   133   134   135   136   137   138   139   140   141   142