Page 194 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 194
PEMPROV DKI YAKIN KEMNAKER AKAN BIJAK TERKAIT PERHITUNGAN ULANG
UMP JAKARTA
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersurat kepada Menaker Ida Fauziyah untuk meninjau
kembali kenaikan DKI Jakarta yang hanya sekitar 0,85%. Dalam surat tersebut, Anies
memberikan proyeksi perhitungan upah selama 6 tahun ke belakang.
Namun demikian, hingga saat ini, Menaker Ida Fauziyah belum membalas surat yang dikirim
Anies pada Senin (22/11) lalu. Merespons hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza
Patria, mengungkapkan pihaknya memang masih menunggu balasan dari Kemnaker. Namun
demikian, dia yakni permintaan revisi ini akan ditanggapi secara bijak oleh Kemenaker.
"Ya kita masih menunggu, kami yakin kok pemerintah akan bijak mengetahui, karena tidak
mungkin besaran kenaikan dari pada upah persentasenya lebih kecil dari inflasi yang ada," kata
Riza kepada wartawan, Rabu (1/12).
Riza mengatakan, permintaan perhitungan ulang UMP ini merupakan bentuk pemahaman
terhadap harapan dan keinginan para buruh. Namun dia juga berpesan kepada buruh agar
bersabar karena dalam proses tersebut, ada regulasi yang harus dijalankan.
"Mohon buruh juga memahami dan bersabar karena kami Pemprov itu terbentur dengan aturan
regulasi yang ada yang harus kami patuh dan taat, administrasinya juga harus benar sehingga
harus dicarikan solusinya," kata dia.
"Jika ingin dinaikan selain mendapat persetujuan dari dewan pengupahan, dari pihak
pemerintah, pengusaha dan buruh, tapi juga formulanya harus diperbaiki," sambung dia.
Riza mengatakan, terkait besaran UMP Jakarta 2022, nantinya akan disepakati dari hasil
koordinasi semua pihak terkait. "Ya itu nanti harus dikoordinasikan jadikan nanti ada pengusaha
mungkin yang berat ada pengusaha yang bisa, jadi kan tidak semua sektor terpuruk, ada juga
sektor yang mendapat keuntungan lebih di masa pandemi ini," pungkasnya.
Diketahui, sebelumnya UMP Jakarta 2022 ditetapkan sebesar Rp 4.453.953 atau naik 0,85% dari
tahun 2021.
193

