Page 198 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 198

Ringkasan

              Ketua DPW FSPMI Jawa Timur, Jazuli, menyatakan pihaknya menyambut baik penetapan Upah
              Minimum Kabupaten/ Kota untuk tahun 2022 di wilayah setempat, khusus di wilayah ring 1 Jatim.
              Dimana untuk daerah ring 1 Jatim, kenaikkan UMK mencapai Rp 75 ribu, atau sekitar 1,75 persen
              dibanding tahun sebelumnya. Penetapan UMK di wilayah ring 1 Jatim tidak berpedoman pada
              PP 36/2021 tetang Pengupahan.



              BURUH JATIM TOLAK PENETAPAN UMK, BURUH JABAR ANCAM MOGOK

              Ketua DPW FSPMI Jawa Timur, Jazuli, menyatakan pihaknya menyambut baik penetapan Upah
              Minimum Kabupaten/ Kota untuk tahun 2022 di wilayah setempat, khusus di wilayah ring 1 Jatim.
              Dimana untuk daerah ring 1 Jatim, kenaikkan UMK mencapai Rp 75 ribu, atau sekitar 1,75 persen
              dibanding tahun sebelumnya. Penetapan UMK di wilayah ring 1 Jatim tidak berpedoman pada
              PP 36/2021 tetang Pengupahan.

              Ia pun merinci kenaikkan UMK, khususnya di wilayah ring 1 Jatim. Surabaya, kata dia, UMK 2022
              ditetapkan  sebesar  Rp.  4.375.479,19,  naik  sebesar  Rp.  75.000  atau  1,74  persen  dari  tahun
              sebelumnya. Kemudian untuk Kabupaten Gresik, UMK 2022 ditetapkan Rp. 4.372.030,51, juga
              naik sebesar Rp. 75.000 atau 1,75 persen dari UMK tahun sebelumnya.

              Begitu pun di Kabupaten Sidoarjo, dimana UMK 2022 ditetapkan sebesar Rp. 4.368.581,85. Naik
              Rp. 75.000 atau 1,75 persen dari tahun sebelumnya. Kemudian untuk Kabupaten Pasuruan UMK
              2022 ditetapkan Rp. 4.365.133,19, atau naik Rp. 75.000, sekitar 1,75 persen dari UMK tahun
              sebelumnya. Pun di Kabupaten Mojokerto. UMK 2022 ditetapkan Rp. 4.354.787,17, juga naik Rp.
              75.000 atau 1,75 persen dari UMK tahun sebelumnya.

              "Kami  cukup  mengapresiasi  Gubernur  Jawa  Timur  yang  telah  memberikan  kebijakan  khusus
              untuk daerah ring 1 keluar dari formulasi PP 36/2021 dan mengabaikan surat edaran Menteri
              Ketenagakerjaan yang mewajibkan penetapan UMK 2022 menggunakan formulasi PP 36/2021,"
              ujarnya, Rabu (1/12).

              Namun demikian, ia mempermasalahkan penetapan UMK di luar daerah ring 1 Jatim yang masih
              menggunakan formulasi PP 36/2021. Hal ini menyebabkan kesenjangan pendapatam buruh di
              Jatim  masih  sangat  tinggi.  UMK  tahun  2022  tertinggi  adalah  Kota  Surabaya  sebesar  Rp.
              4.375.479,19,  dan  terandah  di  Kabupaten  Sampang  sebesar  Rp.  1.922.122,97.  Selisih  atau
              disparitas upah minimum di Jawa Timur antara Kota Surabaya dan Kabupaten Sampang sebesar
              Rp. 2.453.356,22 atau mencapai angka 124 persen.

              "Tentu kami sangat menyayangkan penetapan UMK di Jawa Timur tahun 2022 masih terdapat
              kabupaten/  kota  yang  mengacu  kepada  PP  No.  36/2021,  meski  Mahkamah  Konstitusi
              menangguhkan pemberlakuan PP 36/2021 tersebut," kata dia.
              Oleh  sebab  itu,  pihaknya  menolak  penetapan  UMK  tahun  2022  di  Jawa  Timur  yang  masih
              menggunakan perhitungan formulasi PP 36/2021 tentang Pengupahan. Ia juga mengingatkan
              Gubernur Jatim agar tetap memberlakukan atau menetapkan Upah Minimum Sektoral (UMSK) di
              Jawa Timur tahun 2022 sebagaimana yang telah dijanjikan.
              Jazuli juga menyoroti rata-rata UMK di Jawa Timur tahun 2022 yang sebesar Rp. 2.502.929,78.
              Nilai ini lebih besar dari Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Timur tahun 2022 yang hanya
              sebesar Rp. 1.891.567,12 atau selisih sebesar Rp. 611.362,66. Artinya, kata dia, idealnya UMP
              Jawa  Timur  adalah  nilai  rata-rata  UMK  di  wilayah  setempat,  sehingga  dapat  memperkecil
              disparitas upah.

                                                           197
   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203