Page 199 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 199

Kecewaan juga disuarakan oleh buruh di Jawa Barat. Buruh Jabar kecewa dengan penetapan
              besaran  UMK  yang  telah  ditandatangani  Gubernur  Jawa  Barat  Ridwan  Kamil,  Selasa  malam
              (30/11).  Yakni,  melalui  Keputusan  Gubernur  Jawa  Barat  Nomor:  561/  Kep.732-Kesra/  2021
              Tanggal 30 November 2021 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Daerah Provinsi Jawa
              Barat Tahun 2022. Karena, Menurut Ketua DPD K-SPSI Jawa Barat Roy Jinto Ferianto, penetapan
              UMK tersebut masih berdasarkan PP 36/2021.

              "Kami  sangat  kecewa  dengan  keputusan  Gubernur  Jawa  Barat  yang  menetapkan  UMK
              Berdasarkan  PP  36/2021.  Keputusan  Gubernur  tersebut  sangat  menyakiti  hati  dan  perasaan
              kaum buruh Jawa Barat yang sudah berhari-hari berjuang tapi berakhir dengan pil pahit bagi
              kaum buruh di Jawa Barat," ujar Roy kepada Republika.co.id, Rabu (1/12).

              Roy menilai, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tidak menghargai proses yang sudah di lalui di
              Kab/Kota. Karena, sebelum bupati/walikota merekomendasikan usulan UMK Kepada Gubernur
              sudah melalui pengkajian dan perdebatan yang panjang di kab/kota.

              "Sampai  ke  Gubernur  semua  di  mentahkan  oleh  Gubernur  Jawa  Barat.  Yakni  dengan
              mengembalikan  semua  rekomendasi  yang  diatas  PP  36/2021,  hanya  dengan  alasan  takut  di
              berhentikan oleh Mendagri," katanya.

              Menurut Roy, demi mempertahankan jabatan Gubernur Jabar mengorbankan Buruh Jawa Barat.
              Padahal,  sudah  jelas  pada  putusan  MK  amar  ke  7  Pemerintah  tidak  boleh  mengeluarkan
              kebijakan program strategis dan berdampak luas, dikaitkan dengan PP 36/2021.

              "Jelas bahwa pengupahan berdasarkan PP 36/2021 merupakan program strategis Nasional yang
              pastinya  berdampak  luas.  Argumentasi  apapun  yang  kita  sampaikan  pastinya  kalah  dengan
              kekuasaan yang menindas," katanya.

              Oleh karena itu, kata dia, buruh akan melakukan evaluasi untuk menentukan langkah-langkah
              hukum. Sekaligus mempersiapkan aksi kembali.
              "Kami  akan  mogok  nasional,  kaum  buruh  khususnya  kaum  buruh  Jawa  Barat  pasti  akan
              melakukan perlawanan atas keputusan Gubernur Jawa Barat yang didasarkan pada PP 36/2021.
              Saat ini kami sedang membahas kapan aksi demo akan digelar," paparnya.
































                                                           198
   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204