Page 236 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 236

Ringkasan

              Meski  aturan  UU  Cipta  Kerja  saat  ini  sedang  bermasalah  akibat  adanya  putusan  Mahkamah
              Konstitusi, program kartu prakerja bisa memberikan manfaat bagi pemegangnya. Hal tersebut
              terungkap dari hasil studi "Impact Evaluation of Kartu Prakerja".



              HASIL STUDI MENUNJUKKAN KARTU PRAKERJA BERMANFAAT BAGI
              PEMEGANGNYA
              Meski  aturan  UU  Cipta  Kerja  saat  ini  sedang  bermasalah  akibat  adanya  putusan  Mahkamah
              Konstitusi, program kartu prakerja bisa memberikan manfaat bagi pemegangnya. Hal tersebut
              terungkap dari hasil studi "Impact Evaluation of Kartu Prakerja".

              Studi ini disusun oleh oleh Vivi Alatas (Asakreativita), Rema Hanna (Harvard Kennedy School),
              Achmad  Maulana  (Prospera),  Benjamin  Olken  (MIT),  Elan  Satriawan  (TNP2K),  dan  Sudarno
              Sumarto (TNP2K). Asal tahu saja studi ini mendapatkan dukungan dari Pemerintah Australia,
              USAID, serta the Bill & Melinda Gates Foundation. Termasuk kerjasama antara J-PAL SEA/LPEM
              FEB UI dan Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP).

              Ekonom TNP2K Elan Satriawan menjelaskan, studi tersebut dilakukan melalui penyebaran Survei
              Endline J-PAL secara daring dengan responden mencapai 47.000 responden pendaftar Kartu
              Prakerja (penerima maupun non penerima) dari Agustus-Oktober 2021.
              "Berdasarkan  data  Survei  Endline,  secara  rata-rata,  pendaftar  yang  memenuhi  syarat  dan
              menerima  Kartu  Prakerja  memiliki  probabilitas  4,7  poin  persentase  (pp)  lebih  tinggi  untuk
              memiliki pekerjaan atau memiliki usaha daripada pendaftar yang memenuhi syarat dan tidak
              menerima program. Hasil ini menunjukkan peningkatan 8% dalam kebekerjaan," kata Elan dalam
              keterangannya.

              Studi ini juga menunjukkan kalau pendaftar yang menerima Kartu Prakerja memiliki probabilitas
              2,8 pp atau setara peningkatan 12% untuk berusaha sendiri, meningkatkan probabilitas 0,9 pp
              memiliki usaha atau peningkatan sebesar 30%, serta memiliki probabilitas 5,1 pp (18%) lebih
              tinggi untuk memulai pekerjaan baru sejak pengumuman gelombang pertama.

              "Secara  rata-rata,  program  Kartu  Prakerja  meningkatkan  pendapatan  dari  semua  pekerjaan
              sekitar Rp122.500 per bulan. Hasil ini menunjukkan peningkatan pendapatan sebesar 10 persen
              pada penerima Kartu Prakerja," kata Rema yang juga Profesor Jeffrey Cheah of South-East Asia
              Studies, Harvard Kennedy School.

              Dari  sisi  pelatihan  dan  kompetensi:  Penerima  Kartu  Prakerja  memiliki  probabilitas  11,7  pp
              (172%) lebih tinggi untuk menggunakan sertifikat pelatihan saat mencari pekerjaan. Mereka
              memiliki probabilitas 119,4% lebih tinggi untuk mengikuti pelatihan apa pun dalam beberapa
              bulan  terakhir,  termasuk  pelatihan  Kartu  Prakerja  dan  non-Kartu  Prakerja.  Penerima  Kartu
              Prakerja juga memiliki probabilitas 4,0 pp (10%) lebih tinggi untuk menggunakan internet untuk
              pekerjaan mereka.

              Benjamin Olken, profesor ekonomi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) sekaligus
              Direktur J-PAL, yang juga menjadi penulis kajian penelitian ini, memaparkan bahwa dari aspek
              ketahanan pangan dan keuangan, penerima Kartu Prakerja memiliki probabilitas 2,9 pp lebih
              tinggi untuk melaporkan bahwa mereka aman (secure) dari segi pangan, yang menunjukkan
              peningkatan ketahanan pangan sebesar 6%.




                                                           235
   231   232   233   234   235   236   237   238   239   240   241