Page 287 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 287
teknologi hanya alat, butuh orang yang tepat untuk mengoperasikan, serta kebijakan yang tepat.
Untuk itu kami memberikan apresiasi kepada Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan
seluruh tim Kemenko Perekonomian
positive - Edy Priyono (Tenaga Ahli Utama Deputi Perekonomian Kantor Staf Presiden) Namun
harus diingat, jangan semua dibebankan pada Kartu Prakerja. Program ini bukan menggantikan
sisi pendidikan formal. Pelatihan dalam Program Kartu Prakerja adalah pelengkap pendidikan
formal serta pelatihan-pelatihan lain yang sudah ada
negative - Maria Monica Wihardja (Ekonom Bank Dunia) Saat ini di Indonesia ada 47 persen
pekerja mandiri yang bersiap masuk ke level kelas menengah namun mereka belum bisa
mencapai level itu
positive - Raden Muhamad Purnagunawan (Kepala Tim Kebijakan Peningkatan Kapasitas
Ekonomi Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K)) Padahal
pengembangan skill melalui pelatihan secara digital ini masih sangat luas kemungkinannya untuk
ditingkatkan
Ringkasan
PROGRAM Kartu Prakerja terbukti mampu meningkatkan setidaknya empat manfaat bagi
penerimanya, yakni dari sisi kebekerjaan, pelatihan dan kompetensi, ketahanan pangan dan
layanan keuangan. Program ini bahkan mampu mendorong penerima manfaat untuk tidak
mengambil pinjaman guna menutupi kebutuhan sehari-hari.
PENELITIAN MULTIPIHAK UNGKAP MANFAAT PROGRAM KARTU PRAKERJA
PROGRAM Kartu Prakerja terbukti mampu meningkatkan setidaknya empat manfaat bagi
penerimanya, yakni dari sisi kebekerjaan, pelatihan dan kompetensi, ketahanan pangan dan
layanan keuangan. Program ini bahkan mampu mendorong penerima manfaat untuk tidak
mengambil pinjaman guna menutupi kebutuhan sehari-hari.
Fakta-fakta itu terungkap dalam hasil studi “Impact Evaluation of Kartu Prakerja” oleh Vivi Alatas
(Asakreativita), Rema Hanna (Harvard Kennedy School), Achmad Maulana (Prospera), Benjamin
Olken (MIT), Elan Satriawan (TNP2K), dan Sudarno Sumarto (TNP2K), dengan dukungan dari
Pemerintah Australia, USAID, serta the Bill & Melinda Gates Foundation.
Ekonom Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Elan Satriawan
menjelaskan, studi tersebut dilakukan melalui penyebaran Survei Endline J-PAL secara daring
dengan responden mencapai 47 ribu responden pendaftar Kartu Prakerja (penerima maupun
non penerima) dari Agustus-Oktober 2021. Selain data Survei Endline, analisis evaluasi dampak
juga menggunakan Data Survei Nasional seperti SUSENAS September 2020 dan SAKERNAS
Agustus 2020 yang digabungkan dengan data administratif Manajemen Pelaksana, bekerja sama
dengan BPS dan TNP2K.
“Berdasarkan data Survei Endline, secara rata-rata, pendaftar yang memenuhi syarat dan
menerima Kartu Prakerja memiliki probabilitas 4,7 poin persentase (pp) lebih tinggi untuk
memiliki pekerjaan atau memiliki usaha daripada pendaftar yang memenuhi syarat dan tidak
menerima program. Hasil ini menunjukkan peningkatan 8% dalam kebekerjaan,” kata Rema
Hanna, Profesor Jeffrey Cheah of South-East Asia Studies, Harvard Kennedy School serta Direktur
Ilmiah J-PAL Asia Tenggara.
286

