Page 288 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 288

Selain  itu, pendaftar yang  menerima  Kartu  Prakerja  memiliki  probabilitas  2,8 pp  atau  setara
              peningkatan 12% untuk berusaha sendiri, meningkatkan probabilitas 0,9 pp memiliki usaha atau
              peningkatan sebesar 30%, serta memiliki probabilitas 5,1 pp (18%) lebih tinggi untuk memulai
              pekerjaan baru sejak pengumuman gelombang pertama.

              “Secara  rata-rata,  program  Kartu  Prakerja  meningkatkan  pendapatan  dari  semua  pekerjaan
              sekitar Rp122.500 per bulan. Hasil ini menunjukkan peningkatan pendapatan sebesar 10 persen
              pada penerima Kartu Prakerja,” kata Rema Hanna, Profesor Jeffrey Cheah of South-East Asia
              Studies, Harvard Kennedy School serta Direktur Ilmiah J-PAL Asia Tenggara, yang juga menjadi
              penulis kajian penelitian.

              Dari  sisi  pelatihan  dan  kompetensi:  Penerima  Kartu  Prakerja  memiliki  probabilitas  11,7  pp
              (172%) lebih tinggi untuk menggunakan sertifikat pelatihan saat mencari pekerjaan. Mereka
              memiliki probabilitas 119,4% lebih tinggi untuk mengikuti pelatihan apa pun dalam beberapa
              bulan  terakhir,  termasuk  pelatihan  Kartu  Prakerja  dan  non-Kartu  Prakerja.  Penerima  Kartu
              Prakerja juga memiliki probabilitas 4,0 pp (10%) lebih tinggi untuk menggunakan internet untuk
              pekerjaan mereka.
              Benjamin Olken, profesor ekonomi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) sekaligus
              Direktur  J-PAL,  yang  juga  menjadi  penulis  kajian  penelitian  ini,  memaparkan,  dari  aspek
              ketahanan pangan dan keuangan, penerima Kartu Prakerja memiliki probabilitas 2,9 pp lebih
              tinggi untuk melaporkan bahwa mereka aman (secure) dari segi pangan, yang menunjukkan
              peningkatan ketahanan pangan sebesar 6%.

              Menurutnya, sebanyak 54% penerima program melaporkan tidak pernah makan lebih sedikit dari
              biasanya dalam 3 bulan terakhir karena kesulitan keuangan, dibandingkan dengan 51% non-
              penerima. “Para penerima Kartu Prakerja juga memiliki probabilitas 2,6 pp (8%) lebih rendah
              untuk mengambil pinjaman dalam 3 bulan terakhir untuk mengatasi kesulitan keuangan dan
              memiliki  probabilitas  1,6  pp  (21%)  lebih  tinggi  untuk  membeli  aset  dalam  beberapa  bulan
              terakhir,” ungkapnya.

              Sementara itu, dari sudut pandang layanan keuangan: Penerimaan Kartu Prakerja meningkatkan
              kepemilikan  e-wallet  sebesar  27.8  poin  persentase  (53%).  Sebanyak  80%  penerima  Kartu
              Prakerja memiliki akun e-wallet, dibandingkan dengan 52% non-penerima pada Survei Endline.

              Selanjutnya, penerima Kartu Prakerja memiliki probabilitas 10,5 pp (40%) lebih tinggi untuk
              belanja  online  menggunakan  e-wallet  dalam  sebulan  ke  belakang,  dan  Survei  Endline  juga
              menunjukkan peningkatan substansial dalam penggunaan e-wallet untuk kebutuhan lainnya.

              Pada  kesempatan  yang  sama,  Kepala  Badan  Kebijakan  Fiskal  Kementerian  Keuangan  Febrio
              Kacaribu  menyampaikan,  Program  Kartu  Prakerja  masih  akan  dilanjutkan  pada  tahun  2022.
              “Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk Program Kartu Prakerja sebesar Rp11 triliun atau
              4,3% dari anggaran perlindungan sosial tahun 2022,” tegasnya.

              : Sepanjang 2021, BNI Life Telah Bayar Klaim dan Manfaat Rp1,25 Triliun Febrio menekankan,
              Program  Kartu  Prakerja  merupakan  inisiatif  strategis  Pemerintah  dan  penanganan  Covid-19
              karena  tidak  hanya  menjadi  sarana  transfer  dana  dari  pemerintah  ke  masyarakat,  tetapi
              menawarkan skill development sebagai pondasi meraih kesempatan kerja yang lebih luas.

              “Seringkali  para  pekerja  kesulitan  mendapatkan  pekerjaan  dikarenakan  kompetensi  yang
              diperoleh  dari  lembaga  pendidikan  belum  sesuai  dengan  kebutuhan  dunia  kerja.  Untuk
              menjembatani  ini  pemerintah  berupaya  memberikan  keterampilan  bagi  Angkatan  kerja  kita
              sehingga labor market akan menjadi lebih sehat dan lebih fleksibel,” urainya.




                                                           287
   283   284   285   286   287   288   289   290   291   292   293