Page 674 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 674

Diketahui, besaran UMK 2021 Kabupaten Bandung kini senilai Rp 3.241.929. Jika rekomendasi
              Pemkab  Bandung  disetujui  oleh  Pemprov  Jabar,  maka  UMK  Kabupaten  Bandung  menjadi
              Rp3.566.121,  atau  naik sebesar  Rp  324.192.  Namun  Gubernur  hanya  menyetujui  UMK  2022
              Kabupaten Bandung tetap di angka Rp 3.241.929,67.

              Kondisi  sama  terjadi  di  Kota  Bandung.  Wali  Kota  Bandung  Oded  M  Danial  sebelumnya
              mengusulkan  UMK  Kota  Bandung  2022  naik  sebesar  Rp117.000.  Dengan  adanya  tambahan
              nominal ini, besaran UMK Kota Bandung tahun 2022 naik jadi Rp3.859.838,72. Besaran UMK
              Kota  Bandung  terbaru  2022  naik  dibanding  2021  sebesar  Rp3.742.276,48.  Namun  ternyata
              besaran UMK Kota Bandung 2022 yang ditetapkan Gubernur Jabar hanya sebesar 3.774.860,78
              atau hanya naik 32.584,3.

              Dari 27 daerah di Jabar tersebut, sebanyak 9 kabupaten yan tidak mengalami kenaikan UMK
              pada 2022 ini. Ke-9 daerah tersebut, yakni Kabupaten Bogor, Purwakarta, Karawang, Bekasi,
              Bandung Barat, Sumedang, Bandung, Sukabumi, dan Kabupaten Subang. Dalam daftar UMK
              Jabar  2022  ini,  Kota  Bekasi  menjadi  daerah  dengan  UMK  tertinggi,  dengan  sebesar
              Rp4.816.921,17. Sedangkan UMK terendah adalah Kota Banjar sebesar Rp1.852.099,52.
              Berikut  ini  daftar  UMK  di  Jabar  tahun  2022:  Sekretaris  Daerah  (Sekda)  Jabar  Setiawan
              Wangsaatmadja mengungkapkan, penetapan ini tidak terlepas dari beberapa dasar peraturan,
              yaitu UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintah
              Daerah, UU 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah (PP) No 36 tahun 2021
              tentang Pengupahan, serta beberapa surat Menteri Ketenagakerjaan, kemudian rekomendasi
              besaran penyesuaian nilai upah minimum kabupaten/kota dari 27 bupati/wali kota seluruh Jabar,
              juga berita acara Dewan Pengupahan.

              “Tentu saja bahwa hal ini menjadikan sebuah dasar, sehingga Keputusan Gubernur dikeluarkan,”
              ucap Setiawan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Selasa (30/11/2021) malam.

              Menurut  Setiawan,  Gubernur  Ridwan  Kamil  turut  bersimpati  dan berempati  terhadap  hal  ini,
              karena  rumus-rumus  di  dalam  perhitungan  dikeluarkannya  UMK  didasarkan  PP  dan  tidak
              diberikan ruang terhadap diskresi daerah untuk menetapkan lebih dari itu.

              “Terkait dengan putusan MK, menyatakan bahwa pemerintah harus memperbaiki peraturan ini
              di dalam 2 tahun. Namun demikian selama 2 tahun ini seluruh peraturan yang terkait dengan
              UU Cipta Kerja dan seluruh turunannya masih tetap berlaku termasuk PP 36 yang mendasari
              terkait dengan perhitungan UMK ini,” tuturnya.

              Setiawan  menegaskan,  tugas  gubernur  hanya  menetapkan  UMK,  dan  gubernur  tidak  dapat
              merevisi bahkan mengoreksi terkait dengan rekomendasi yang telah disampaikan oleh seluruh
              bupati/wali kota.

              “Oleh karena itu, surat rekomendasi yang disampaikan oleh bupati/wali kota yang saat ini sudah
              seluruhnya sesuai dengan PP 36, kemudian gubernur menetapkan hal tersebut,” ujar Setiawan.

              Sekda mengharapkan ke depannya pihaknya merekomendasikan kepada pemerintah pusat agar
              dapat melibatkan pemerintah daerah lebih jauh khususnya dalam penghitungan UMK.


              “Karena  kita  tahu  kondisi  ekonomi  dan  dinamika  antara  daerah  satu  dengan  daerah  lainnya
              sangat bervariasi. Oleh karena itu kami sangat berharap, bahwa pelibatan pemerintah daerah di
              masa yang akan datang bisa terlibat lebih jauh,” tutupnya.

              Sebelumnya diberitakan, buruh mengancam akan menggelar aksi mogok jika tuntutan mereka
              yakni UMK 2021 naik 10 persen tak disetujui Gubernur Ridwan Kamil.



                                                           673
   669   670   671   672   673   674   675   676   677   678   679