Page 677 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 677

GUBERNUR JABAR SAHKAN UMK 2022, KOTA BEKASI TERTINGGI DAN BANJAR
              TERENDAH
              Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah menetapkan besaran nilai upah minimum
              kabupaten/kota ( UMK ) di 27 wilayah di Jabar, Selasa (30/11/2021). Hal itu dituangkan dalam
              dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 561/ Kep.732-Kesra/ 2021 tanggal 30 November
              2021 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2022.

              Sekretaris  Daerah  Jabar  Setiawan  Wangsaatmadja  melalui  keterangan  tertulis  menyebutkan,
              penetapan ini tidak terlepas dari beberapa dasar peraturan. Di antaranya, Undang-Undang 13
              tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, UU 11
              tahun  2020  tentang  Cipta  Kerja  dan  Peraturan  Pemerintah  RI  No  36  tahun  2021  tentang
              Pengupahan serta beberapa surat Menteri Ketenagakerjaan.

              Selanjutnya,  rekomendasi  besaran  penyesuaian  nilai  upah  minimum  kabupaten/kota  dari  27
              bupati dan wali kota seluruh Jawa Barat. Serta berita acara dewan pengupahan.
              "Tentu saja bahwa hal ini menjadikan sebuah dasar, sehingga keputusan gubernur dikeluarkan,"
              ucap Setiawan.

              Setiawan menjelaskan, Gubernur Jabar turut bersimpati dan berempati terhadap hal ini. Karena
              rumus-rumus  di  dalam  perhitungan  dikeluarkannya  UMK  ini  didasarkan  kepada  peraturan
              pemerintah dan tidak diberikan ruang terhadap diskresi daerah untuk menetapkan lebih dari itu.

              "Terkait dengan putusan MK, menyatakan bahwa pemerintah harus memperbaiki peraturan ini
              di  dalam  dua  tahun.  Namun  demikian  selama  dua  tahun  ini  seluruh  peraturan  yang  terkait
              dengan  UU  Cipta  Kerja  dan  seluruh  turunannya  masih  tetap  berlaku  termasuk  PP  36  yang
              mendasari terkait dengan perhitungan UMK ini," ungkapnya.

              Setiawan mengatakan bahwa tugas gubernur hanya menetapkan terkait dengan UMK ini dan
              gubernur  tidak  dapat  merevisi  bahkan  mengoreksi  terkait  dengan  rekomendasi  yang  telah
              disampaikan oleh seluruh bupati/wali kota.

              "Oleh karena itu, surat rekomendasi yang disampaikan oleh bupati/wali kota yang saat ini sudah
              seluruhnya sesuai dengan PP 36, kemudian gubernur menetapkan hal tersebut," katanya.

              Menurut Setiawan, untuk ke depannya pihaknya merekomendasikan kepada pemerintah pusat
              agar dapat melibatkan pemerintah daerah lebih jauh khususnya di dalam penghitungan UMK ini.
              "Karena  kita  tahu  kondisi  ekonomi  dan  dinamika  antara  daerah  satu  dengan  daerah  lainnya
              sangat bervariasi. Oleh karena itu kami sangat berharap, bahwa pelibatan pemerintah daerah di
              masa yang akan datang bisa terlibat lebih jauh," ujarnya.

              1. Kota Bekasi Rp4.816.921,17 2. Kabupaten Karawang Rp4.798.312,00 3. Kabupaten Bekasi
              Rp4.791.843,90  4. Kota  Depok  Rp4.377.231,93  5.  Kota  Bogor  Rp4.330.249,57  6.  Kabupaten
              Bogor  Rp4.217.206,00  7.  Kabupaten  Purwakarta  Rp4.173.568,61  8.  Kota  Bandung
              Rp3.774.860,78 9. Kota Cimahi Rp3.272.668,50 10. Kabupaten Bandung Barat Rp3.248.283,28
              11.  Kabupaten  Sumedang  Rp3.241.929,67  12.  Kabupaten  Bandung  Rp3.241.929,67  13.
              Kabupaten Sukabumi Rp3.125.444,72 14. Kabupaten Subang Rp3.064.218,08 15. Kabupaten
              Cianjur  Rp2.699.814,40  16.  Kota  Sukabumi  Rp2.562.434,01  17.  Kabupaten  Indramayu
              Rp2.391.567,15  18.  Kota  Tasikmalaya  Rp2.363.389,67  19.  Kabupaten  Tasikmalaya
              Rp2.326.772,46 20. Kota Cirebon Rp2.304.943,51 21. Kabupaten Cirebon Rp2.279.982,77 22.
              Kabupaten  Majalengka  Rp2.027.619,04  23.  Kabupaten  Garut  Rp1.975.220,92  24.  Kabupaten
              Kuningan Rp1.908.102,17 25. Kabupaten Ciamis Rp1.897.867,14 26. Kabupaten Pangandaran
              Rp1.884.364,08 27. Kota Banjar Rp1.852.099,52.

                                                           676
   672   673   674   675   676   677   678   679   680   681   682