Page 810 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 810

Katanya,  sekarang  ini  sistem  penghitungan  upah  minimum  bisa  terlihat  dan  diakses  melalui
              laman wagepedia, milik Kemenaker. "Di sana secara otomatis kita bisa melihat besaran upah
              minimum di masing-masing daerah," jelasnya.

              Dari laman wagepedia tersebut, terlihat lima daerah di NTB yang besaran upah minimumnya
              berada di atas UMP. Antara lain, Kota Mataram Rp 2.416.953; Kabupaten Sumbawa Barat Rp
              2.316.279; Kabupaten Bima Rp 2.243.371; Kota Bima Rp 2.265.367; dan Kabupaten Sumbawa
              Besar Rp 2.227.172.

              Lima  kabupaten  lain,  nilai  UMK  berada  di  bawah  UMP.  Seperti  Kabupaten  Lombok  Barat  Rp
              2.203.328;  Kabupaten  Lombok  Timur  Rp  2.205.000;  Kabupaten  Dompu  Rp  2.199.610;
              Kabupaten Lombok Utara Rp 2.187.171; Kabupaten Lombok Tengah Rp 2.202.958.

              Aryadi menyebut, nilai peningkatan UMK di Kota Mataram menjadi yang tertinggi. Naik di atas
              10 persen dibandingkan dengan UMK 2021 sebesar Rp 2.184.485. "Naik signifikan disebabkan
              konsumsi per kapit penduduk di Kota Mataram lebih tinggi dan jumlah anggota rumah tangga
              yang bekerja jauh lebih tinggi dibanding provinsi dan kabupaten/kota lain di NTB," beber Aryadi.

              Mengenai adanya UMK lima daerah di bawah UMP, Aryadi menyebut nilai tersebut tidak berlaku.
              Jika merujuk pada Pasal 33 di PP Nomor 36 Tahun 2021, daerah yang besaran UMK lebih rendah
              dari UMP, secara otomatis besaran UMK di kabupaten tersebut akan mengacu pada nilai UMP.
              "Kepala daerah tidak bisa merekomendasikan UMK tersebut. Nanti upah minimum menggunakan
              UMP," kata Aryadi usai rakor rencana Penetapan UMK, kemarin.

              Wakil Ketua Dewan Pengupahan Sahri menyampaikan, UMK harus lebih tinggi dari UMP. Rakor
              kemarin dilakukan untuk melihat bersama perhitungan UMK dengan formula yang ditetapkan
              oleh pemerintah.

              Dewan  Pengupahan  Provinsi  tidak  memiliki  kewenangan  terkait  penetapan  UMK,  karena
              merupakan  hak  preogratif  dari  Dewan  Pengupahan  Kabupaten/Kota  yang  selanjutkan  akan
              ditetapkan walikota/bupati. Kemudian dilaporkan ke Gubernur melalui Disnakertrans NTB.

              "Dewan  Pengupahan  provinsi  hanya  memberi  masukan,"  kata  Sahri  yang  juga  akademisi
              Universitas Mataram ini.

              (dit/r5)




























                                                           809
   805   806   807   808   809   810   811   812   813   814   815