Page 72 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 01 NOVEMBER 2019
P. 72
surveinya itu adalah survei yang manipulatif dan itu salah," katanya.
UMP DIY Terendah se-Indonesia
Sebelumnya Pemprov DIY bersama pemerintah kabupaten/kota di DIY telah
menyepakati kenaikan UMP dan UMK yang akan berlaku pada 2020.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi DIY, Andung
Prihadi Santosa mengatakan pada Rabu (30/10/2019) telah dilakukan rapat antar
Dewan Pengupahan Daerah khusunya kepala daerah dengan Gubernur DIY.
"Intinya [hasil rapat] adalah menyepakati nominal besaran dari UMP dan UMK untuk
tahun 2020," kata Andung saat ditemui usai rapat di Kantor Gubernur DIY.
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa kenaikan UMP dan UMK masih berpegang
pada Peraturan Pemerintah nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan. Aturan itu
digunakan seluruh daerah untuk menentukan upah minimum tiap tahun.
Dengan aturan itu kenaikan upah minimum didasari pada inflasi dan angka
pertumbuhan nasional hal itu mengacu pada surat edaran dari Menakertrans kepada
seluruh gubernur.
"Untuk itu dalam rapat koordinasi bersepakat bahwa UMP sesuai dengan PP 78 ada
kenaikan 8,51 persen dari UMP tahun 2019. Yaitu besarannya menjadi Rp1.704.608,
25," katanya.
Kemudian karena UMP harus paling rendah maka ditetapkan juga UMK, sehingga
upah yang terendah pasti kata dia angkanya di atas UMP.
Untuk itu disepakati besaran UMK 2020 masing-masing untuk kabupaten Gunung
Kidul Rp1.705.000 ; Kulon Progo Rp1.750.500 ; Bantul Rp1.790.500 ; Sleman
Rp1.846.000 ; dan Kota Yogyakarta Rp2.004.000.
Dengan penetapan ini diperkirakan pada 2020, DIY menempati daerah dengan nilai
UMP terendah se-Indonesia seperti pada 2019.
Besaran UMP dan UMK ini kata Andang akan segera disahkan dalam bentuk Surat
Keputusan (SK) Gubernur. Untuk UMP SK akan ditandatangani oleh gubernur pas 1
November 2019, sedangkan UMK sehari setelahnya.
"Sekarang belum ada nomernya [surat keputusan]. Tapi sudah disepakati dan
kelihatannya data tidak mungkin berubah karena ini sudah rapat final," katanya.
(tirto.id - Hard News)
Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Zakki Amali
Page 71 of 170.

