Page 91 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 01 NOVEMBER 2019
P. 91
Title UMP DIY 2020 TERENDAH SE-INDONESIA
Media Name beritasatu.com
Pub. Date 31 Oktober 2019
Page/URL https://www.beritasatu.com/nasional/582814/ump-diy-2020-terendah-seind onesia
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Yogyakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Daerah (Pemda ) DI Yogyakarta telah
sepakat menetapkan upah minimum provinsi (UMP) DIY 2020 sebesar Rp
1.704.608, pada Rabu (30/10/2019). Kesepakatan itu diperoleh melalui rapat yang
digelar dengan melibatkan bupati dan wali kota serta unsur Dewan Pengupahan
dengan mengacu pada PP No.78/2015,
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi (Disnaker) DIY Andung Prihadi
mengatakan jumlah itu berdasarkan metode pada PP No.75/2015, dengan
mempertimbangkan angka inflasi 8,51%, dan segera mendapatkan Surat Keputusan
Gubernur DIY pada 1 November 2019. Untuk UMP DIY 2020 mengalami kenaikan
sebesar Rp 133,685,52 dari UMP tahun 2019. Meski mengalami kenaikan, dipastikan
UMP DIY tetap paling rendah seIndonesia.
Sementara, untuk Upah Minimum Kabupaten/kota (UMK), Kota Yogya sebesar Rp
2.004.000, Sleman Rp 1.846.000, Bantul Rp 1.790.500, Kulonprogo Rp 1.750.500,
dan Gunungkidul dengan UMK Rp 1.705.000. "Sudah tidak berubah, setelah
ditetapkan akan berlaku," katanya.
Dikatakan, Pemda DIY juga berencana melakukan penetapan upah dengan
mempertimbangkan penanganan penuntasan kemiskinan pada 2021. Skema ini
diklaim akan meningkatkan upah buruh melebihi standar yang dipakai oleh
Peraturan Pemerintah (PP) No.78/2015 tentang Pengupahan.
Andung Prihadi mengatakan sesuai arahan Gubernur DIY Sri Sultan HB X,
penetapan UMP 2020 akan mempertimbangkan upaya pengentasan kemiskinan.
Andung memprediksi upah buruh akan meningkat signifikan dan tidak seperti pada
rumus seperti PP 78.
Andung menegaskan, rumus penetapan UMP dan UMK 2020 masih menggunakan
dasar PP 78/2015, sehingga belum mempertimbangkan hal lain seperti keberadaan
Yogyakarta Internasional Airport (YIA) di Kulonprogo.
Sumber: Suara Pembaruan
Page 90 of 170.

