Page 391 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 OKTOBER 2021
P. 391

akhirnya  tidak  bisa  dihindari  bahwa  akan  ada  orang  yang  pakai  Kartu  Prakerja  untuk  dapat
              insentif.
              "Dan itu bukan sesuatu yang keliru. Pertama, dari sisi peraturan tidak ada yang dilanggar. Kedua,
              memang Kartu Prakerja di masa pandemi telah dimodifikasi untuk semi-bansos. Enggak masalah
              dong, orang mau ikut untuk dapat insentif," dia mengungkapkan.

              Saat  ditanya  tentang  dugaan  bahwa  program  ini  menjadi  tak  tepat  sasaran  jika  peserta
              mengincar insentif semata, Edy membantahnya dengan dalih adanya komponen dana bansos
              itu. Edy justru fokus agar pelatihan ini tetap berjalan efektif. Ia meminjam data survei BPS yang
              menunjukkan bahwa 85% penerima Kartu Prakerja menyatakan pelatihannya bermanfaat.

              Sayangnya, ia tak merincikan temuan tersebut. Selain itu, ia mengklaim hasil evaluasi lembaga
              eksternal, seperti Cyrus Network, CSIS, dan lainnya juga menyebut pelatihannya bermanfaat.

              Di samping evaluasi terhadap Prakerja, Edy mengatakan bahwa pemerintah tengah menyusun
              rencana pelatihan secara luring atau langsung. Menurutnya, tahun depan rencana ini sudah bisa
              dieksekusi dengan catatan angka kasus positif Covid-19 lebih terkendali dari saat ini.

              Nantinya, pelatihan offline itu akan memberikan insentif yang kecil untuk para peserta. Memang
              pemerintah belum memutuskan besaran angkanya, tapi Edy menggambarkan rencananya tidak
              sampai Rp500.000 per peserta. Harapannya, peserta fokus untuk mendapatkan keterampilan.

              "Prakerja akan kembali ke skema normal, jadi urgensi untuk memberikan bansos melalui Prakerja
              tidak ada lagi. Komponen bansos dihapus," dia menegaskan.

              Gatra mencoba mengonfirmasi pihak Kemenko Perekonomian, baik melalui juru bicara ataupun
              Sekretaris Kemenko, namun tak mendapat respons. Lalu, dari pihak PMO Kartu Prakerja pun
              enggan memberikan tanggapan terkait adanya joki Prakerja.
              Anggota  Komisi  IX  DPR  RI  Kurniasih  Mufidayati  menyatakan,  munculnya  joki  Kartu  Prakerja
              sudah merugikan masyarakat penerima Kartu Prakerja yang alokasi anggarannya dari APBN.
              Kasus  adanya  joki  ini  bisa  menyebabkan  pergeseran  peruntukan  bantuan  bagi  korban  PHK
              maupun para pencari kerja.

              Untuk itu, ia menyerukan evaluasi secara total dari program Kartu Prakerja ini. Sebab, program
              tersebut sudah dianggarkan lewat uang rakyat namun tidak tersalurkan dengan baik karena ada
              dugaan penyalahgunaan sasaran penerima lewat joki.
              "Para joki ini mendapatkan keuntungan di tengah situasi rakyat yang kesusahan. Harus diusut
              tuntas  termasuk  jika  ada  jaringannya,"  katanya  kepada  Gatra  melalui  pesan  WhatsApp.
              Munculnya kasus joki Kartu Prakerja, menurut Mufida, menambah sederet persoalan program ini
              sejak diluncurkan.
              Padahal, secara maksud dan tujuan program Kartu Prakerja ini baik untuk menolong korban PHK
              dan para pencari kerja saat masa pandemi. Namun sayang, tata kelola yang buruk, dan tidak
              transparan membuat program ini menjadi bermasalah.

              "Secara tata kelola gagal program ini. Manajemen program Kartu Prakerja tidak dikelola dengan
              baik  dengan  banyak  sekali  kecerobohan  akhirnya  tujuan  dari  Kartu  Prakerja  tidak  tercapai
              dengan baik dan maksimal," ia membeberkan.

              Ditambah, penanggung jawab program Kartu Prakerja bukan di Kementerian Ketenagakerjaan,
              hal ini menyebabkan pengawasan oleh Komisi IX DPR RI tidak bisa berjalan maksimal. Tidak ada
              komisi di DPR yang secara khusus menjadi mitra PMO Kartu Prakerja yang ditunjuk Pemerintah.


                                                           390
   386   387   388   389   390   391   392   393   394   395