Page 67 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MARET 2020
P. 67

Title          INVESTASI DI JAWA BARAT TAK SSIGNIFIKAN SERAP TENAGA KERJA
               Media Name     mediaindonesia.com
               Pub. Date      05 Maret 2020
                              https://mediaindonesia.com/read/detail/294487-investasi-di-jawa-barat- tak-ssignifikan-
               Page/URL
                              serap-tenaga-kerja
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive










               Pemerintah harus terus berupaya dalam menciptakan wirausaha baru. Selain untuk
               menekan angka pengangguran, inipun penting untuk mendongkrak pertumbuhan
               ekonomi terutama di tengah-tengah pasar bebas sekarang.

               Demikian diungkapkan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Yunandar Eka Perwira
               dalam diskusi penyerapan aspirasi publik terkait Omnibus Law Cipta Kerja, di
               Bandung, Kamis (5/3). Acara yang diselenggarakan Kementerian Koordinator
               Perekonomian bekerja sama dengan Universitas Padjajaran ini dihadiri unsur lainnya
               seperti perwakilan tenaga kerja, pelaku usaha, akademisi, dan mahasiswa.

               Yunandar menjelaskan, investasi skala besar yang masuk ke Jawa Barat saat ini
               kurang berdampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan hasil
               kajiannya, industri padat karya yang ada di wilayahnya hanya mempekerjakan 20%
               warga angkatan kerja.

               Padahal, menurutnya, jumlah industri skala besar ini mencapai 45% dari total sektor
               usaha yang ada di provinsi tersebut. "Tapi usaha kecil, perdagangan, yang hanya
               15%, mampu menyerap tenaga kerja 25%," katanya.

               Dia juga menyebut masuknya investasi senilai Rp137 triliun ke Jawa Barat baru-baru
               ini tidak berdampak besar terhadap serapan tenaga kerja. "Jadi investasi ke Jawa
               Barat tidak berdampak ke serapan tenaga kerja. Yang ada hanya merusak
               ingkungan," katanya seraya menyebut jumlah warga kelas menengah di provinsi ini
               hanya 12%.

               Menurut dia, ini terjadi karena berbagai faktor seperti karakteristik warga Jawa
               Barat yang lebih menyukai berwirausaha. Selain itu, minimnya serapan tenaga kerja
               pun akibat berkurangnya kebutuhan industri akan tenaga manusia seiring
               perkembangan teknologi.

               "Sekarang industri-industri di Jawa Barat lebih menggunakan mesin daripada
               manusia (tenaga kerja)," katanya. Selain itu, industri padat karya pun terus beralih
               ke Jawa Tengah dan Jawa Timur karena upah buruh yang rendah.

               Oleh karena itu, menurutnya pemerintah harus memahami kondisi di daerah dalam





                                                       Page 66 of 126.
   62   63   64   65   66   67   68   69   70   71   72