Page 72 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MARET 2020
P. 72

Title          SINDIKASI NILAI RUU CIPTAKER JADIKAN KETENAGAKERJAAN LIBERAL
               Media Name     gatra.com
               Pub. Date      05 Maret 2020
                              https://www.gatra.com/detail/news/471308/ekonomi/sindikasi-nilai-ruu-c iptaker-
               Page/URL
                              jadikan-ketenagakerjaan-liberal
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative






               Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi
               (SINDIKASI), Ikhsan Raharjo mengatakan, RUU Cipta Kerja membuat sistem
               Ketenagakerjaan Indonesia menjadi lebih liberal.

               "Dalam beberapa pasal, perlindungan pekerja melalui negara maupun lewat peran
               Serikat Pekerja itu dihilangkan," katanya di Jakarta, Kamis (5/3).

               Ikhsan menyebut, akan terjadi ketidakpastian status pekerja dalam sebuah
               perusahaan. Status pekerja kontrak malah akan dilegalkan di semua jenis dan sifat
               pekerjaan.

               "Kita tahu dalam pasal 59 UU Cipta Kerja itu, batasan jenis dan juga sifat pekerjaan
               yang bisa dijadikan pekerja kontrak itu ditiadakan. Artinya semua jenis pekerjaan
               boleh diberikan status PKWT," jelasnya.

               Bahkan, lanjut Ikhsan, batasan waktu pekerja kontrak yang sebelumnya diatur
               dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, malah dihapuskan.
               Sehingga, akan menimbulkan adanya pekerja kontrak abadi.

               "Karena dia bisa bertahun-tahun dalam kondisi seperti itu. Calon-calon pekerja
               nantinya akan kehilangan yang disebut job security, atau kepastian kerja," ujarnya.

               Padahal, kepastian kerja ini berkaitan langsung dengan rencana masa depan
               pekerja. Terlebih, masa kontrak yang diberikan perusahaan dengan mengacu pada
               RUU Cipta Kerja ini akan semakin pendek.

               "Nantinya bisa ada yang perjam, ada yang harian, bagaimana kita bisa merancang
               masa depan. Pekerja-pekerja muda itu, calon pekerja yang dijanjikan akan diberikan
               lapangan kerja, tidak bisa merancang masa depan kalau kondisinya seperti itu,"
               paparnya.

               Selain itu, tambah Ikhsan, dalam Pasal 66 RUU Cipta Kerja, terdapat perubahan
               terkait batasan dan jenis pekerjaan yang dapat menggunakan jasa outsourcing.
               Artinya, segala macam jenis pekerjaan bisa menggunakan jasa outsourcing yang
               nantinya berakibat pada penurunan kesejahteraan pekerja.






                                                       Page 71 of 126.
   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77