Page 73 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MARET 2020
P. 73
Title MAHASISWA TUNTUT PEMBAHASAN RUU CIPTA KERJA DIBATALKAN
Media Name jawapos.com
Pub. Date 05 Maret 2020
Page/URL https://www.jawapos.com/nasional/05/03/2020/mahasiswa-tuntut-pembahasa n-ruu-
cipta-kerja-dibatalkan/
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja meluas. Setelah
kelompok buruh, mahasiswa turut menentang RUU tersebut. Kemarin (4/3) ratusan
mahasiswa yang terhimpun dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh
Indonesia (BEM-SI) berdemonstrasi di depan gedung DPR.
Aksi mahasiswa dari 13 perguruan tinggi itu dimulai pukul 14.00. Long march
dimulai dari depan gedung TVRI menuju gerbang utama DPR di Jalan Gatot
Subroto. Massa menuntut DPR membatalkan semua pembahasan RUU Cipta Kerja.
"Sebaiknya dibatalkan saja. RUU ini jelas-jelas merugikan rakyat kecil," seru
Koordinator BEM-SI Wilayah Jabodetabek-Banten Bagas Maropindra.
Keberpihakan pemerintah kepada investor dalam RUU Ciptaker, kata dia, sangat
terlihat. Itu tampak dari kebijakan memberikan kemudahan berusaha dan
penyederhanaan perizinan kepada investor. Karpet merah ke investor secara ugal-
ugalan dinilai bisa berdampak pada kerusakan lingkungan. "Di sisi lain, rakyat
dieksploitasi dengan upah murah dan jam kerja yang tinggi," tegas Bagas.
Mahasiswa mendesak pemerintah dan DPR membuka ruang partisipasi yang seluas-
luasnya kepada publik. Mereka akan meng-awal RUU omnibus law agar tidak
kecolongan lagi seperti pembahasan RUU kontroversial di DPR periode 2014-2019.
Yakni, saat DPR membahas RUU Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan
revisi UU KPK. "Kami tidak mau kecolongan lagi ada RUU kontroversial dibahas
secara diam-diam oleh DPR dan pemerintah," kata ketua BEM Politeknik Negeri
Jakarta (PNJ) itu.
Remy Hastian, perwakilan mahasiswa yang lain, menuturkan bahwa RUU Ciptaker
tidak hanya berdampak pada pekerja. Mahasiswa juga bakal terimbas oleh
rancangan regulasi inisiatif pemerintah itu. Setelah lulus, mahasiswa akan masuk ke
dunia kerja. Pihaknya tidak ingin ilmu yang didapat di bangku kuliah diganjar
dengan upah yang tidak layak dan representatif. "Kami tidak ingin generasi kami
dihargai dengan upah murah," ujar presiden BEM Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
itu.
Page 72 of 126.

