Page 52 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 JANUARI 2020
P. 52

Title          LUHUT KLAIM OMNIBUS LAW BAKAL SEJAHTERAKAN BURUH
               Media Name     tempo.co
               Pub. Date      29 Januari 2020
                              https://bisnis.tempo.co/read/1301151/luhut-klaim-omnibus-law-bakal-sej ahterakan-
               Page/URL
                              buruh
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive





































                                                            .

               TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut
               Binsar Pandjaitan mengklaim bahwa jika Rancangan Undang-undang (RUU)
               Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja terealisasi, maka akan menyejahterakan pekerja
               bukan malah merugikan seperti anggapan serikat buruh.

               "Kalau saya pribadi sudah tidak ada lagi (masalah). Masih dari buruh apalagi, kita
               dengerin, padahal itu saya lihat dan baca lagi buruh itu sangat tidak dirugikan.
               Sama sekali tidak dirugikan," kata Luhut di kantor Kemenko Maritim dan Investasi,
               Jakarta, Rabu, 29 Januari 2020.

               Luhut mengungkapkan, Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja juga membahas
               kompensasi dan insentif bagi buruh. Namun, ia memberikan syarat agar buruh bisa
               sejahtera. "Jangan kamu dikasih bayar tapi enggak produktif, malas, itu kan enggak
               bener juga. Itu kan orang jadi enggak mau datang buat investasi," ujarnya.

               Realisasi Omnibus Law ini, kata Luhut, diharapkan bisa menciptakan 3 juta lapangan
               kerja baru. Sehingga, Indonesia harus bisa menjaga hubungan baik dengan para
               investor agar tujuan tersebut terwujud. "Itu yang perlu kita rawat sama-sama,
               datang orang Investasi kan buat lapangan kerja," tuturnya.





                                                       Page 51 of 87.
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57