Page 111 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 FEBRUARI 2020
P. 111
persen di antaranya berusia 18-24 tahun. Sebagian besar masuk kategori
pengangguran muda.
Sebanyak 61 persen laki-laki dan 64 persen tinggal di perkotaan. Di sisi lain, 78
persen berpendidikan SMA ke atas, 90 persen tidak pernah ikut pelatihan
bersetifikasi, dan 3 persen menganggur karena pemutusan hubungan kerja (PHK).
Sebanyak 30 persen di antara mereka, kata Denni, tidak pernah merasakan bangku
pendidikan, tidak pernah mendapat pelatihan. "Dan menganggur (not in education,
employment, or training/NEET)," ujarnya.
Denni menjelaskan, fungsi Kartu Prakerja bukan menggantikan pendidikan formal
atau vokasi, tetapi memberikan pelatihan tambahan (additional training) kepada
calon pencari kerja . Pelatihan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan
pengetahuan teknis agar pencari kerja dapat beradaptasi dengan kebutuhan
perusahaan. "Program ini dapat mengatasi permasalahan skill gap, skill shortage,
skill mismatch, dan job mismatch," tuturnya.
BISNIS.
Page 110 of 124.

