Page 121 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 APRIL 2020
P. 121
Title DI TENGAH COVID-19, MENAKER INGATKAN PENGUSAHA UNTUK TIDAK PHK KARYAWAN
Media Name suara.com
Pub. Date 23 April 2020
https://www.suara.com/bisnis/2020/04/23/080630/di-tengah-covid-19-mena ker-
Page/URL
ingatkan-pengusaha-untuk-tidak-phk-karyawan
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Pemutusan hubungan kerja (PHK) adalah langkah pamungkas, langkah terpaksa
ketika langkah lain tak mungkin lagi. Cara yang bisa dilakukan, mungkin dengan
meniadakan lembur, mengurangi shift dan jam kerja, merumahkan bergilir dengan
separuh gaji.
Imbauan itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah kepada
pengusaha agar tidak terjadi PHK dalam upaya mengatasi dampak pandemi Covid-
19.
"PHK itu langkah pamungkas, langkah terpaksa ketika langkah lain tak mungkin lagi.
Mungkin meniadakan lembur, mengurangi shift dan jam kerja, merumahkan bergilir
dengan separuh gaji, ya dicoba dululah langkah itu," demikian ujarnya.
Ida mengimbau agar pengusaha nantinya mengajak kembali pekerja/buruh yang di-
PHK dan dirumahkan akibat Covid-19.
"Jangan lupa, kalau bisnis sudah jalan lagi, sudah ada rezeki, anak-anak yang di-
PHK harus jadi prioritas dipanggil lagi. Kan sudah saling kenal. Tidak usah men-
training lagi. Sudah seperti keluarga saja selama ini," sambung Ida, dalam
keterangan tertulisnya, Jakarta Rabu (22/4/2020).
"Ekonomi kita upayakan tetap berputar. Maka Proyek Strategis Nasional (PSN) harus
tetap jalan, karena industri industri itu terkait dengan hajat hidup orang banyak.
Namun tentu beroperasinya sesuai protokol Covid-19 di tempat kerja. Kami tetap
awasi standar K3 (keamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja)-nya dengan ketat
sekali. Salus populi suprema lex esto (keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi).
Ini saya ingatkan lagi, ya, " lanjutnya.
Ida mengungkapkan data terbaru Kemnaker per-21 April, jumlah pekerja total ada
2.084.593 pekerja dari sektor formal dan informal dari 116.370 perusahaan yang
terdampak Covid-19.
Jumlah perusahaan dan pekerja formal yang dirumahkan adalah 1.304.777 dari
43.690 perusahaan, sedangkan yang di-PHK adalah dari 41.236 perusahaan dengan
jumlah pekerja sebanyak 241.431 orang.
"Sektor informal juga terpukul karena kehilangan 538.385 pekerja dari 31.444
perusahaan atau UMKM," tutup Menaker.
Page 120 of 250.

