Page 123 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 APRIL 2020
P. 123
Title BURUH TUNTUT PEMBAHASAN RUU CIPTAKER DISETOP, DPR: KITA LIHAT SIKAP
PEMERINTAH
Media Name tribunnews.com
Pub. Date 23 April 2020
https://www.tribunnews.com/bisnis/2020/04/23/buruh-tuntut-pembahasan-r uu-
Page/URL
ciptaker-disetop-dpr-kita-lihat-sikap-pemerintah
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni , JAKARTA - Wakil Ketua Badan
Legislasi Willy Aditya menyoroti soal rencana berbagai serikat buruh untuk
berdemonstrasi menuntut penghentian pembahasan RUU Cipta Kerja oleh DPR. Aksi
tersebut akan dilakukan pada 30 April 2020 mendatang. Menanggapi ancaman
tersebut, Willy penghentian pembahasan sebuah rancangan undang-undang itu
tidak bisa serta-merta diputuskan satu pihak.
"Kita lihat apakah pemerintah sebagai pengusul RUU Cipta Kerja ini berkeinginan
menghentikan sementara atau tetap dengan target penyelesaiannya," ujarnya
kepada wartawan, Rabu (22/4/2020).
Namun tuntutan untuk menghentikan sementara pembahasan RUU Cipta Kerja,
dikatakan Willy, akan menjadi suara yang akan dipertimbangkannya di dalam
agenda rapat Panitia Kerja RUU Cipta Kerja.
"DPR ini sejak awal diserahkan draft RUU Cipta Kerja oleh pemerintah sudah
memberi penegasaan akan melibatkan pihak yang pro dan kontra. Kalau pemerintah
mau memundurkan jadwal, DPR tentu juga akan pertimbangkan demikian,"
lanjutnya. Di satu sisi, dia menyatakan bisa memahami yang menjadi kekhawatiran
para buruh. Menurutnya, rencana demonstrasi para buruh adalah hak demokratis
yang memang diberi ruang oleh negara.
"Demonstasi itu hak demokratis, silakan digunakan. Itu dijamin konstitusi. Ada
mekanisme lainnya yang bisa dipakai, juga bisa digunakan maksimal," katanya.
Dirinya mengaku pernah bersama-sama menyuarakan kepentingan buruh , dan para
pimpinan serikat buruh tentu akan sangat seksama memperhitungkan strategi dan
rencana aksi, termasuk soal kesehatan di tengah pandemi corona ini.
"Serikat buruh sudah sangat paham dengan kesehatan dan keselamatan kerja.
Apalagi dalam situasi pandemi Covid-19 yang belum terlihat tanda-tanda akan
mereda," lanjut Willy.
"Buruh terbiasa bekerja dengan standar kesehatan dan keselamatan kerja yang
ajeg. Pimpinan serikat pekerja tentu akan mempertimbangkan sekali bahaya dan
risiko demonstrasi di saat pendemi. Setahu saya pun belum ada aturan bahwa
penyakit pendemi ini menjadi bagian dari jaminan penyakit akibat kerja," kata dia.
Page 122 of 250.

