Page 128 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 APRIL 2020
P. 128
Title BURUH KE JOKOWI: TARIK RUU CIPTAKER DARI DPR SEBELUM 30 APRIL
Media Name cnnindonesia.com
Pub. Date 23 April 2020
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200423080654-20-496352/buruh-k e-jokowi-
Page/URL
tarik-ruu-ciptaker-dari-dpr-sebelum-30-april
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita meminta
Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera menarik 'omnibus law' Rancangan Undang-
Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) dari DPR agar jutaan buruh tak perlu melakukan
aksi unjuk rasa di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Elly menyampaikan langsung permintaan itu dalam dalam pertemuan dengan
Jokowi di Istana Merdeka, Rabu (22/4). Ia mengingatkan Jokowi bahwa jutaan
buruh akan berdemonstrasi saat Hari Buruh mendatang jika pembahasan RUU itu
tetap berjalan.
"Saya bilang, 'Pak, kalau bisa jangan sampai tanggal 30 (menarik RUU Ciptaker).
Karena kalau sampai turun, hati kecil kami juga tidak mau turun massa ini, kita
enggak mau membahayakan'," kata Elly saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu
(22/4) malam.
Elly mengatakan pertemuan yang dilakukan tertutup itu turut dihadiri Menteri
Sekretaris Negara Pratikno, Presiden KSPI Said Iqbal, dan Presiden KSPSI Andi Gani
Nenawea.
Dalam kesempatan itu, serikat buruh yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh
Indonesia (MPBI) mengajukan tiga tuntutan ke Jokowi. Pertama, RUU Ciptaker
ditunda dan pemerintah berfokus menangani pandemi virus corona.
Kedua, pemerintah mencabut RUU Ciptaker dari DPR dan merumuskan ulang
bersama para buruh. Ketiga, klaster ketenagakerjaan dihapus dari RUU Ciptaker.
Menurut Elly, Jokowi berjanji memutuskan satu dari tiga opsi tersebut paling lambat
dua hari. Elly mengaku belum bisa mengungkap keputusan Jokowi, tapi menurutnya
ada kabar baik bagi perjuangan buruh.
"Setelah presiden besok ber-statement, besok di media, kami akan konpers dan
umumkan aksi dilanjut atau dihentikan, tergantung statement beliau besok,"
ujarnya.
Page 127 of 250.

