Page 216 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 APRIL 2020
P. 216

kepada masyarakat yang lemah dan dilemahkan atau mustadlfin," kata Yaqut Cholil
               Qoumas, Kamis (23/4/2020).


               Berangkat dari keprihatinan itulah, lanjutnya, GP Ansor berkolaborasi dengan Serikat
               Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI), dan Korean First menggagas aplikasi online
               kursus Bahasa Korea.

               "GP Ansor akan menggratiskan penggunaan platform ini kepada masyarakat yang
               berminat belajar Bahasa Korea. Nilai awal kursus ini sebesar Rp1.420.000. Kursus ini
               bisa jadi alternatif bagi masyarakat Indonesia untuk belajar Bahasa Korea dari
               rumah, sebagai bagian peningkatan pengetahuan, terutama yang memiliki rencana
               bekerja di Korea," katanya.

               Platform ini bisa diakses lewat web di https://kelas.koreanfirst.net atau melalui
               PlayStore dengan nama aplikasi Kelas Korea. Gus Yaqut menjelaskan, pihaknya
               menggandeng SPPI karena organisasi ini memiliki anggota 11 ribu lebih yang
               tersebar di seluruh dunia, termasuk di Korea yang sebagian besar anak buah kapal
               (ABK). Ketua SPPI Ilyas Pangestu menambahkan, ABK memang salah satu kelompok
               pekerja migran yang rentan terhadap eksploitasi, bahkan human trafficking.


               Dengan hadirnya organisasi serikat pekerja dalam siklus pelatihan ini, pihaknya
               berharap risiko-risiko perdagangan manusia akan bisa dihilangkan, sehingga semua
               pekerja migran Indonesia (PMI) dapat bekerja di luar negeri dengan aman.


               "Fokus kami memang pada perlindungan pekerja migran Indonesia. Kami
               melakukan advokasi dan pendampingan kepada pekerja, terutama yang memiliki
               masalah. Untuk, tenaga kerja harus benar-benar disiapkan, salah satunya
               penguasaan bahasa. Jadi pelatihan online ini sangat tepat, targetnya pelatihan lebih
               jelas, yakni masyarakat yang mau belajar Bahasa Korea untuk bekal dia bekerja di
               Korea," katanya.

               Danu Sonsengnim, perwakilan dari lembaga First Korea, menjelaskan kelas online ini
               merupakan kontribusi nyata dari Korea First, GP Ansor, dan SPPI untuk masyarakat
               Indonesia di masa pandemi sekarang ini, terutama yang ingin menambah bekal
               keahlian berbahasa Korea untuk rencana kerja ke depan.


               "Selain untuk menambah pengetahuan atau kemampuan berbahasa Korea untuk diri
               sendiri, bagi masyarakat yang ingin bekerja di Korea atau bekerja di perusahaan
               Korea yang ada di Indonesia, kursus online Bahasa Korea ini jadi pilihan. Selain itu,
               peserta pelatihan bisa ikut konsultasi juga tentang melamar kerja di Korea. Kami
               sampaikan, peluang kerja di Korea masih sangat besar sekali," ujarnya.

               Sekjen GP Ansor Abdul Rochman menambahkan bahwa organisasi kepemudaan di
               bawah naungan Nahdlatul Ulama tersebut akan terus berkomitmen
               mengembangkan pelatihan-pelatihan lain yang dapat bermanfaat bagi rakyat
               Indonesia untuk meningkatkan kapasitasnya dan masuk ke dunia kerja secara lebih
               kompetitif.





                                                      Page 215 of 250.
   211   212   213   214   215   216   217   218   219   220   221