Page 125 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 125
Judul Ratusan Buruh Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Jateng, Tuntut UMK
Naik 16 Persen
Nama Media kumparan.com
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://kumparan.com/kumparannews/ratusan-buruh-unjuk-rasa-di-
kantor-gubernur-jateng-tuntut-umk-naik-16-persen-1ww7vMvjWQZ
Jurnalis kumparan
Tanggal 2021-11-17 19:37:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
Ratusan yang tergabung dalam Aliansi Buruh Jawa Tengah melakukan unjuk rasa di kantor
Gubernur Jawa Tengah, pada Rabu (16/11). Mereka menuntut Upah Minimum Kabupaten/Kota
() 2022 di Jawa Tengah naik 16 persen. Buruh juga mengancam akan melakukan mogok kerja
besar-besaran jika tuntutan itu tidak dipenuhi.
RATUSAN BURUH UNJUK RASA DI KANTOR GUBERNUR JATENG, TUNTUT UMK NAIK
16 PERSEN
Ratusan yang tergabung dalam Aliansi Buruh Jawa Tengah melakukan unjuk rasa di kantor
Gubernur Jawa Tengah, pada Rabu (16/11). Mereka menuntut Upah Minimum Kabupaten/Kota
() 2022 di Jawa Tengah naik 16 persen. Buruh juga mengancam akan melakukan mogok kerja
besar-besaran jika tuntutan itu tidak dipenuhi.
"Jika tidak dipenuhi, siap mogok kerja kawan-kawan? Kita akan lakukan mogok kerja karena ini
juga diatur di dalam Undang-undang," teriak Korlap Aksi, Karmanto dalam orasinya.
Karmanto menegaskan, penetapan UMK tahun 2022 harus memasukkan unsur kebutuhan
tambahan pandemi COVID-19. Antara lain masker, sabun cair, vitamin, hand sanitizer dan kuota
internet.
"Total kebutuhan di masa pandemi Rp 449.600. Dari kebutuhan selama pandemi itu, selama ini
buruh hanya mendapatkan subsidi dari pemerintah Rp 1.200.000/tahun. Maka UMK 2022 wajib
naik 16 persen," tegas dia.
Dia lalu mencontohkan perhitungan UMK jika sudah ditambahkan biaya kebutuhan hidup di masa
pandemi.
"Contoh untuk Kota Semarang, UMK 2021 kan Rp 2.810.000 + Rp 449.600. Maka UMK Kota
Semarang pada 2022 yakni Rp 3.259.600, atau naik 16 persen," jelas dia.
124

