Page 120 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 120
Judul Buruh Menolak UMP 2022, Pengusaha Anggap Adil
Nama Media jawapos.com
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://www.jawapos.com/ekonomi/17/11/2021/buruh-menolak-ump-
2022-pengusaha-anggap-adil/
Jurnalis Editor : Ilham Safutra
Tanggal 2021-11-17 19:48:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Said Iqbal (Presiden KSPI) Formula kenaikan upah minimum dengan istilah batas atas
(BA) dan batas bawah (BB) tidak dikenal dalam UU Ciptaker
negative - Said Iqbal (Presiden KSPI) Dengan demikian, keduanya klop. Kenaikan upah minimum
5–7 persen. Itu dasarnya
negative - Hariyadi Sukamdani (Ketua Apindo) Angka tersebut adil dengan parameter yang
merefleksikan kondisi riil seperti rata-rata konsumsi dan tingkat pengangguran
negative - Hariyadi Sukamdani (Ketua Apindo) Dengan demikian, laju pertumbuhan upah
minimum di wilayah-wilayah dengan upah relatif rendah dibandingkan dengan rata-rata
konsumsi wilayah tersebut bisa meningkat
positive - Adi Mahfudz (Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan Kadin) Pengusaha, terutama
yang tidak terdampak Covid-19, diharapkan bisa mengikuti regulasi yang ada dalam penyesuaian
upah tahun depan
Ringkasan
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak formulasi kenaikan upah minimum (UM)
yang dibuat pemerintah. Buruh/pekerja bahkan mengancam mogok massal bila ketentuan
tersebut tetap dilaksanakan. Ada sejumlah alasan yang mendasari penolakan tersebut. Ketua
KSPI Said Iqbal mengungkapkan, penggunaan PP 36/2021 dalam penghitungan UM merupakan
tindakan inkonstitusional. Sebab, dalam UU Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan, tak disebutkan
bahwa penghitungan kenaikan UM akan dijabarkan dalam peraturan pemerintah (PP). ”Formula
kenaikan upah minimum dengan istilah batas atas (BA) dan batas bawah (BB) tidak dikenal
dalam UU Ciptaker,” ujarnya dalam temu media kemarin (16/11).
119

