Page 119 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 119

Lalu,  bila  menggunakan  PP  78/2015 yang  mengacu  pada  inflasi  dan  pertumbuhan  ekonomi,
              kenaikan UM minimal 4 persen. Dengan demikian, keduanya klop. Kenaikan upah minimum 57
              persen. Itu dasarnya, tuturnya.

              Sementara itu, respons sebaliknya ditunjukkan kalangan pengusaha. Mereka menilai formulasi
              UMP yang tertuang dalam PP 36/2021 sudah sesuai dengan kemampuan perusahaan. Peraturan
              menyatakan bahwa rata-rata penyesuaian UMP di seluruh provinsi sebesar 1,09 persen.

              Angka tersebut adil dengan parameter yang merefleksikan kondisi riil seperti rata-rata konsumsi
              dan tingkat pengangguran, ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi
              Sukamdani.

              Menurut  Hariyadi,  kenaikan  UMP  yang  terlalu  tinggi  bisa  memicu  keterbatasan  penyerapan
              tenaga kerja. Selain itu, formulasi UMP kali ini hadir untuk mengurangi disparitas antarwilayah
              yang  terlalu  tinggi.  Dengan  demikian,  laju  pertumbuhan  upah  minimum  di  wilayah-wilayah
              dengan  upah  relatif  rendah  dibandingkan  dengan  rata-rata  konsumsi  wilayah  tersebut  bisa
              meningkat, katanya.

              Wakil Ketua  Umum  Bidang  Ketenagakerjaan  Kadin  Adi  Mahfudz  menambahkan,  penyesuaian
              UMP  pada  2022  merupakan  hasil  kesepakatan  bersama  antara  pemerintah,  pengusaha,  dan
              pekerja.  Pengusaha,  terutama  yang  tidak  terdampak  Covid-19,  diharapkan  bisa  mengikuti
              regulasi yang ada dalam penyesuaian upah tahun depan, tegasnya.

















































                                                           118
   114   115   116   117   118   119   120   121   122   123   124