Page 162 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 162

Judul               Upah Buruh Naik 1 Persen, Ekonom Prediksi Pertumbuhan Konsumsi
                                    dan Daya Beli Masyarakat Terhambat
                Nama Media          tribunnews.com
                Newstrend           Upah Minimum 2022
                Halaman/URL         https://www.tribunnews.com/bisnis/2021/11/17/upah-buruh-naik-1-
                                    persen-ekonom-prediksi-pertumbuhan-konsumsi-dan-daya-beli-
                                    masyarakat-terhambat
                Jurnalis            Bambang Ismoyo
                Tanggal             2021-11-17 18:40:00
                Ukuran              0

                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif


              Ringkasan

              Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah mengumumkan rata-rata
              kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2022 sebesar 1,09 persen. Di mata para buruh,
              perhitungan pemerintah dalam menaikkan persentase gaji di tahun 2022, tidak tepat. Sehingga
              hal tersebut dinilai sangat kecil sekali.



              UPAH BURUH NAIK 1 PERSEN, EKONOM PREDIKSI PERTUMBUHAN KONSUMSI DAN
              DAYA BELI MASYARAKAT TERHAMBAT

              Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah mengumumkan rata-rata
              kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2022 sebesar 1,09 persen.

              Di mata para buruh, perhitungan pemerintah dalam menaikkan persentase gaji di tahun 2022,
              tidak tepat. Sehingga hal tersebut dinilai sangat kecil sekali.

              Tak hanya buruh, pengamat ekonomi juga menilai angka 1,09 persen tidak tepat.

              Direktur  Center  of  Economic  and  Law  Studies  (CELIOS)  Bhima  Yudhistira  mengungkapkan,
              besaran gaji buruh yang kecil dapat menghambat kinerja konsumsi dan daya beli masyarakat.

              Sehingga juga memiliki dampak kepada pertumbuhan ekonomi yang melambat.

              "Ini menyebabkan konsumsi dan daya beli rumah tangga justru terhambat," ungkap Bhima saat
              dihubungi Tribunnews, Rabu (17/11/2021).

              "Kenapa?  Upah  minimum  setidaknya  naik  di  atas  inflasi  dan  di  atas  pertumbuhan  ekonomi.
              Tujuannya adalah agar masyarakat memiliki uang lebih untuk dibelanjakan," sambungnya.

              Bhima juga mengatakan, kenaikan gaji yang cuma 1 persen dinilainya kurang mengakomodasi
              kepentingan dari para buruh.

                                                           161
   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167