Page 159 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 159
Judul Kenaikan UMP di Bawah Rp 50 Ribu, Buruh Sebut Pemerintah
Memalukan
Nama Media katadata.co.id
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://katadata.co.id/maesaroh/berita/61951ce355bd4/kenaikan-ump-
di-bawah-rp-50-ribu-buruh-sebut-pemerintah-memalukan
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-11-17 18:48:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Mirah Sumirat (Presiden ASPEK Indonesia) Ini sangat memalukan di tengah kondisi
rakyat yang semakin sulit dan daya beli masyarakat yang semakin rendah. Rakyat dipaksa untuk
terus miskin
neutral - Mirah Sumirat (Presiden ASPEK Indonesia) Kalau mau fair, kita lihat insentif di masa
pandemi lebih banyak diterima pengusaha daripada buruh. Banyak buruh yang work from home
sehingga kebutuhan bertambah seperti internet
negative - Mirah Sumirat (Presiden ASPEK Indonesia) Pemerintah sedang mempermalukan
dirinya sendiri, karena terbukti membuat aturan turunan berupa PP No. 36 Tahun 2021 tentang
Pengupahan, yang justru bertentangan dengan UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja
neutral - Mirah Sumirat (Presiden ASPEK Indonesia) Mogok Nasional secara konstitusional untuk
menolak penetapan UMP 2022 yang tidak manusiawi dan ini semakin membuktikan bahwa
pemerintah tidak mampu memberikan kehidupan yang layak kepada rakyat nya
positive - Hariyadi Sukamdani (Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)) Kami
mendukung ketentuan PP No.36, ini cukup adil untuk semuanya
Ringkasan
Pemerintah menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2022 sebesar 1,09%.
Dengan kenaikan sebesar itu, tambahan upah buruh kemungkinan tidak akan sampai Rp 50 ribu.
Berdasarkan hitungan Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) dan
mempertimbangkan PP No. 36 tahun 2021 maka kenaikan UMP tahun 2022 tertinggi hanya
sebesar Rp 37.538 dan kenaikan terendah adalah hanya naik Rp 14.032.
158

