Page 185 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 185

"Jika  tidak  dipenuhi,  siap  mogok  kerja  kawan-kawan?"  teriak  Korlap  Aksi,  Karmanto  dalam
              orasinya, Rabu (17/11/2021).
              Ia  menjelaskan  UMK  2022  harus  dilakukan  berdasarkan  rumusan  UMK  berjalan  ditambah
              kebutuhan di masa pandemi COVID-19. Karmanto pun merinci kebutuhan masker hingga hand
              sanitizer hingga kuota untuk kebutuhan belajar daring anak.

              "Dari  kebutuhan  selama  pandemi  ini  buruh  hanya  mendapatkan  subsidi  dari  pemerintah  Rp
              1.200.000 per tahun. Maka UMK 2022 wajib naik 16 persen," ujarnya.

              Karmanto mencontohkan perhitungan di kota Semarang yaitu UMK 2021 yang sebesar 2.810.000
              ditambah biaya kebutuhan untuk pandemi per bulan Rp 449.600, maka UMK Kota Semarang
              2022 harus sebesar Rp 3.259.000.

              "Jadi upah berjalan 2021 tambah kenaikan survei pasar Rp 449.600, itulah UMK 2022," jelasnya.
              Terkait  ajakan  mogok  kerja  yang  sempat  dilontarkan,  Karmanto  menjelaskan  hal  itu  akan
              dilakukan jika tuntutan tidak dipenuhi. Menurutnya tuntutan itu mendesak demi kesejahteraan
              buruh.

              "Kalau tidak diberikan aspirasi, yang kita tuntut tidak dipenuhi, akan melakukan mogok daerah.
              Tingkat nasional juga sudah serukan mogok nasional," katanya.

              Selain soal UMK, massa buruh juga menyuarakan penolakan UU nomor 11 tahun 2020 tentang
              cipta  kerja  atau  omnibus  law  dan  peraturan  pemerintah  Nomor  36  tahun  2021  tentang
              pengupahan.












































                                                           184
   180   181   182   183   184   185   186   187   188   189   190