Page 186 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 186
Judul Menaker: Upah Minimum Indonesia Terlalu Tinggi
Nama Media solopos.com
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://www.solopos.com/menaker-upah-minimum-indonesia-terlalu-
tinggi-1197620?utm_source=terkini_desktop
Jurnalis Newswire
Tanggal 2021-11-17 17:43:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Terdapat suatu metode yang secara
internasional di gunakan untuk mengukur tinggi rendahnya suatu upah minimum di suatu
wilayah, yaitu dengan membandingkan besaran upah minimum yang berlaku dengan median
upahnya (kaitz indeks)
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Kondisi upah minimum yang terlalu tinggi
tersebut menyebabkan sebagian besar pengusaha tidak mampu menjangkaunya dan akan
berdampak negatif terhadap implementasinya di lapangan
neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Hal ini juga yang kemudian membuat teman-
teman serikat pekerja atau serikat buruh lebih cenderung menuntut kenaikan upah minimum
dibandingkan membicarakan upah berbasis kinerja atau produktivitas
neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Kita tunggu dari Gubernur untuk penetapannya
neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Upah yang telah ditetapkan sebelum tanggal
2 November 2020 tetap berlaku hingga UMS tersebut berakhir atau UMP/UMK di wilayah tersebut
telah lebih tinggi. Dengan demikian UMS tetap berlaku dan harus dilaksanakan oleh pengusaha
Ringkasan
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan upah minimum di Indonesia terlalu tinggi
sehingga sulit dijangkau pengusaha. Pernyataan itu disampaikan berdasarkan hasil pengukuran
suatu metode yang disebut dengan istilah Kaitz Indeks.
185

