Page 187 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 187

MENAKER: UPAH MINIMUM INDONESIA TERLALU TINGGI

              JAKARTA  --  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  mengatakan  upah  minimum  di  Indonesia
              terlalu tinggi sehingga sulit dijangkau pengusaha. Pernyataan itu disampaikan berdasarkan hasil
              pengukuran suatu metode yang disebut dengan istilah Kaitz Indeks.

              "Terdapat suatu metode yang secara internasional di gunakan untuk mengukur tinggi rendahnya
              suatu upah minimum di suatu wilayah, yaitu dengan membandingkan besaran upah minimum
              yang berlaku dengan median upahnya (kaitz indeks)," kata Ida dalam siaran pers yang di Jakarta,
              Rabu (17/11/2021), seperti dilansir Okezone.

              Ida menambahkan, besaran upah minimum di seluruh wilayah di Indonesia sudah melebihi nilai
              tengah. Hal ini membuat Indonesia menjadi satu-satunya negara yang Kaitz Index-nya lebih
              besar dari 1. Padahal idealnya Kaitz Index suatu negara berada pada kisaran 0,4 sampai 0,6.

              "Kondisi upah minimum yang terlalu tinggi tersebut menyebabkan sebagian besar pengusaha
              tidak  mampu  menjangkaunya  dan  akan  berdampak  negatif  terhadap  implementasinya  di
              lapangan," jelasnya.

              Selama ini nilai upah minimum dijadikan upah efektif oleh pengusaha. Dengan demikian kenaikan
              upah cenderung hanya mengikuti upah minimum tanpa didasari kinerja individu.

              Hal itu dinilai membuat para buruh menuntut kenaikan upah dibandingkan membicarakan upah
              basis kinerja atau produktivitas. "Hal ini juga yang kemudian membuat teman-teman serikat
              pekerja atau serikat buruh lebih cenderung menuntut kenaikan upah minimum dibandingkan
              membicarakan upah berbasis kinerja atau produktivitas," tandasnya.

              Diberitakan sebelumnya, Menaker menegaskan upah minimum provinsi (UMP) 2022 mengalami
              kenaikan rata-rata 1,09%. Angka ini jauh dengan tuntutan buruh yang meminta UMP naik 10%.
              Meski  demikian,  Menaker  Ida  Fauziyah  mengatakan  besaran  kenaikan  UMP  2022  menunggu
              keputusan gubernur di setiap gubernur. "Kita tunggu dari Gubernur untuk penetapannya," kata
              Ida dalam video virtual, Jakarta, Selasa (16/11/2021).

              Dia  memastikan  penetapan  upah  minimum  provinsi  ini  menyesuaikannya  sesuai  dengan
              Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Dalam peraturan itu
              dijelaskan tidak ada lagi penetapan upah minimum di Indonesia yang berdasarkan sektor.

              "Upah  yang  telah  ditetapkan  sebelum  tanggal  2  November  2020  tetap  berlaku  hingga  UMS
              tersebut berakhir atau UMP/UMK di wilayah tersebut telah lebih tinggi. Dengan demikian UMS
              tetap berlaku dan harus dilaksanakan oleh pengusaha," katanya.




















                                                           186
   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192