Page 190 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 190
Ringkasan
UPAH Minimum Provinsi (UMP) tahun 2022 di Sulawesi Selatan (Sulsel) diprediksi tidak akan naik
7%-10% seperti harapan buruh. Pasalnya Dewan Pengupahan Sulsel menyepakati batas atas
UMP Sulsel 2022 sebesar Rp3.056.000. Rekomendasi itu bahkan sudah diserahkan kepada
Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, untuk segera
ditetapkan dan diumumkan 1 Desember mendatang.
UMP 2022 DI SULSEL DIPREDIKSI TURUN RP100 RIBU
UPAH Minimum Provinsi (UMP) tahun 2022 di Sulawesi Selatan (Sulsel) diprediksi tidak akan naik
7%-10% seperti harapan buruh. Pasalnya Dewan Pengupahan Sulsel menyepakati batas atas
UMP Sulsel 2022 sebesar Rp3.056.000.
Rekomendasi itu bahkan sudah diserahkan kepada Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulawesi
Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, untuk segera ditetapkan dan diumumkan 1 Desember
mendatang.
Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulsel, Tautoto Tana Ranggina
mengatakan, jika rekomendasi itu, merupakan hasil sidang atau rapat yang telah dilakukan,
Dewan Pengupahan Sulsel, yang diakuinya berlangsung alot.
"Sesuai aturan yang ada, kita harus merujuk aturan dari pemerintah pusat. Pemerintah pusat
melalui BPS sudah merilis bahwa kita punya UMP ini. Kalau kita hitung sesuai rumus, itu tidak
naik. Jadi dia tetap. Tetapi hasil rapat kemarin itu merekomendasikan, untuk kemudian
diterbitkan surat keputusan, bahwa kita sepakati batas atas itu Rp3.056.000. Tapi batas bawah
juga ada, Rp2 juta sekian," urai Tautoto, Rabu (17/11).
UMP Sumsel 2022 Tak Alami Kenaikkan Menurutnya, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman
Sulaiman meminta waktu beberapa hari untuk memikirkan usulan UMP tersebut sebelum
mengambil keputusan.
"Pak Plt gubernur, ingin mencari jalan terbaik. Karena memang alotnya, buruh minta naik,
pengusaha minta turun. Cuma memang, Pak Plt gubernur mengatakan bahwa kita harus rasional
menyikapi kondisi sekarang ini. Tapi itu juga harus dari kedua sisi, pengusaha dan pekerja.
Intinya bahwa kita berusaha untuk cari yang terbaik," kata Tautoto.
Jika melihat besaran batas atas yang direkomendasikan Dewan Pengupahan Sulsel untuk UMP
2022, artinya UMP Sulsel lebih rendah atau menurun sebesar Rp108.000 dari UMP tahun 2021
yang nilainya Rp3.165.876.
Sebelumnya, sejumlah organisasi serikat pekerja di Makassar melayangkan tuntutan untuk
kenaikan upah. Tuntutan kenaikan UMP diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan buruh
yang semakin sengsara selama masa pandemi Covid-19.
Taufik, dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia DPW Sulsel, yang mewakili serikat pekerja
lainnya, menegaskan UMP harus naik antara 7%-10%.
"Permintaan kenaikan ini sidah sesuai kajian, karena pertumbuhan ekonomi Sulsel tetap
mengalami peningkatan di masa pandemi covid-19," kata Taufik.
"Intinya adalah, kami ingin upah minimum dinaikkan, karena harga kebutuhan pokok mengalami
kenaikan yang signifikan. Wajar saja sebenarnya kalau di Sulsel kita bisa menuntut kenaikan di
atas 20% karena tren pertumbuhan ekonomi juga naik," sambung Taufik tegas. (A-2)
189

