Page 227 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 227

Garda Metal FSPMI Kota Batam Suprapto, tetap meminta Upah Minimum 2022 harus naik sebesar
              7 sampai 20 persen.
              Apabila tetap kenaikan hanya Rp 20-30 ribu, menurut Suprapto pemerintah tidak memiliki empati
              pada nasib buruh saat ini. "Berarti pemerintah tak punya empati," ucapnya. Dengan adanya
              Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang pengupahan dewan pengupahan tidak
              diberikan kewenangan untuk menata UMK di daerah masing-masing.

              Pihaknya telah melayangkan surat penolakan terkait pembahasan UMK di daerah. "Mereka hanya
              menunggu surat edaran dari mendagri dan menaker kan gitu. Artinya dewan pengupahan tidak
              punya kewenangan untuk menata UMK di daerah masing-masing," ucapnya.

              Begitu  juga  yang  disampaikan  Ketua  Federasi  Serikat  Pekerja  Metal  Indonesia  (FSPMI)  Kota
              Batam, Alfatoni yang menilai aturan baru tetap merugikan bagi pekerja. Apalagi dengan adanya
              Undang-Undang Cipta Kerja yang mereka anggap tidak mendukung posisi pekerja.

              "Tak tahu lagi lah. Sudah pakai rumus semua. Harusnya memperhatikan KHL, tapi sepertinya
              sudah tak ada ada survei lagi tahun ini. Padahal yang tahu biaya hidup di sini ya kita yang tinggal
              dan bekerja di sini," ujarnya.

              Ia memprediksi kenaikan upah tahun depan berkisar Rp 20-30 ribu dari upah yang diterima
              buruh saat ini. "Kemarin kami coba hitung-hitung. Jadi hanya segitu kenaikannya. Padahal biaya
              hidup di Batam sangat tinggi, namun upah jauh di bawah biaya hidup," tuturnya.

















































                                                           226
   222   223   224   225   226   227   228   229   230   231   232