Page 236 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 236

DISNAKER MAJALENGKA PASTIKAN UMK 2022 NAIK, TAPI MASIH TUNGGU
              KEPUTUSAN PEMPROV
              Pemkab Majalengka, Jawa Barat, masih menunggu keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Barat
              terkait Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2022. Sebelumnya buruh di Majalengka 2
              kali menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Majalengka menuntut UMK Majalengka
              yang tadinya Rp 2.009.000, naik 27,4 persen atau menjadi Rp 2.559.000.

              Kepala Dinas Tenaga Ketenagakerjaaan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker KUKM)
              Maman Sutiman memastikan, UMK 2022 mendatang dipastikan naik, namun tidak terlalu besar.
              Hal itu sesuai aturan dalam PP nomor 36 tahun 2020.

              "Kalau kenaikan pasti ada ya, tapi tidak signifikan, paling hanya 0 koma sekian lah. Jadi kalau
              merujuk seperti tuntutan teman-teman kemarin, sulit. Rumusnya kan dari PP 36 Tahun 2021,"
              kata Maman, Rabu (17/11/2021).

              Pada  prinsipnya,  jelas  dia,  pemerintah  juga  berharap  kehidupan  buruh  di  Majalengka  lebih
              sejahtera. Namun, pemerintah juga tidak bisa mengabaikan kalangan pengusaha agar betah
              berinvestasi dan berusaha di Majalengka.

              Terlebih situasi ekonomi saat ini belum benar-benar pulih akibat pandemi COVID-19. Sehingga
              dibutuhkan juga pertimbangan dari sisi kepentingan pengusaha atau perusahaan.

              "Kita juga sangat ingin kesejahteraan buruh. Karena itu akan berdampak terhadap perekonomian
              Majalengka. Kami ingin buruh dan pengusaha terakomodir," jelas dia.

              Sementara itu, Maman mengatakan, saat ini Pemkab Majalengka masih menunggu keputusan
              Pemprov Jabar terkait besaran Upah Minimum Provinsi (UMP). Setelah UMP ditetapkan, pihaknya
              akan mulai membahas UMK bersama dewan pengupahan.
              "Tanggal 21 (November) UMP ditetapkan. Setelah itu kami di kabupaten membahas UMK. Dalam
              pembahasan itu di dalamnya ada unsur buruh, pemerintah, pengusaha, akademisi, pakar dan
              lain-lain," ujarnya.


































                                                           235
   231   232   233   234   235   236   237   238   239   240   241