Page 233 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 233
UMK BATAM DIPREDIKSI CUMA NAIK RP 35 RIBU
Pemerintah pusat sudah mengeluarkan petunjuk teknis dan merilis data yang dibutuhkan untuk
menentukan upah minimum tahun 2022 melalui Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan No B-
M/383/HI.01.00/XI/2021.
Dengan bekal SE Menaker ini, sudah bisa dihitung dan ditentukan nilai UMK Kota Batam,
Kepulauan Riau (Kepri) tahun 2022.
Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid mengatakan, dalam formulasi perhitungan UMK yang ada
dalam PP 36/2021 tentang pengupahan memasukkan rata-rata konsumsi perkapita masyarakat
di suatu daerah.
Lalu memperhitungkan rata-rata jumlah anggota keluarga dalam satu keluarga di suatu daerah
yang nanti akan dibandingkan dengan rata-rata jumlah anggota keluarga yang bekerja, serta
data inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Untuk data inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang diambil adalah data di tingkat Provinsi.
Lanjutnya, dengan memasukkan semua data ini ke dalam formula yang telah diberikan di PP
36/2021, maka nilai UMK Batam tahun 2022 sudah bisa dihitung.
SE Menaker yang diterbitkan juga memuat data yang dibutuhkan mulai dari tingkat pusat sampai
ke data di tingkat Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.
Dengan menggunakan data dan formula perhitungan yang ada dalam SE Menaker tersebut, Rafki
memperkirakan UMK Batam di 2022 adalah Rp 4.186.359,51 atau naik sebesar Rp 35.429,51
dibandingkan UMK tahun 2021 yang bernilai Rp 4.150.930.
"Kalau dihitung persentasenya maka tingkat kenaikkan UMK Batam tahun 2022 adalah sebesar
0,85 persen," kata Rafki, Rabu (17/11/2021).
Penilaian Apindo Kota Batam terkait nilai UMK tahun 2022 ini adalah sudah cukup adil dan lebih
objektif ketimbang formulasi perhitungan upah minimum yang ada dalam PP 78/2015.
Pada daerah yang selama ini upah minimumnya terlalu rendah, maka akan terjadi kenaikkan
upah minimum dengan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah yang upah
minimumnya sudah terlalu tinggi.
Untuk Batam sendiri, terang Rafki, upah minimumnya sudah terlalu tinggi, maka persentase
kenaikkan menjadi relatif tidak begitu melonjak.
Memasukkan variabel rata-rata konsumsi perkapita suatu daerah ke dalam formula perhitungan
upah minimum menunjukkan bahwa formula itu telah mewakili kebutuhan biaya hidup per orang
di suatu daerah.
"Untuk nilai konsumsi perkapita di Kota Batam lewat data yang dirilis BPS adalah Rp 2.067.955
per bulan. Dengan UMK Batam yang diprediksi naik menjadi Rp 4.186.359,51 di tahun 2022
nanti, logikanya masih bisa menutupi biaya pengeluaran bulanan dan masih bisa melakukan
saving," kata dia.
Rafki mengingatkan kalau UMK itu diperuntukkan untuk pekerja lajang yang memiliki masa kerja
di bawah 1 tahun. Ia berharap dari rekan-rekan serikat pekerja tidak lagi mempermasalahkan
formulasi dan nilai UMK Batam yang dihasilkan.
"Karena dalam tahap pembahasan Undang-Undang Cipta Kerja dan juga pembahasan PP
36/2021 tentang pengupahan, serikat pekerja di tingkat nasional dilibatkan. Terjadi perundingan
232

