Page 239 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 239
Judul SPSI Kepri Tolak Kenaikan UMK Batam 2022 Sebesar 0,85 Persen
Nama Media kumparan.com
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://kumparan.com/kepripedia/spsi-kepri-tolak-kenaikan-umk-
batam-2022-sebesar-0-85-persen-1ww7Pimx7Oc
Jurnalis kepripedia
Tanggal 2021-11-17 16:33:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
Pemerintah mengeluarkan Surat Edaran melalui Menteri Ketenagakerjaan No. B-M/383/HI
01.00/XI 2021 terkait upah UMK Batam 2022. Edaran tersebut menetapkan UMK Kota Batam
Tahun 2022 naik sebesar Rp 35.429,51 menjadi Rp4.186.359, 51 atau naik sekitar 0,85 persen.
SPSI KEPRI TOLAK KENAIKAN UMK BATAM 2022 SEBESAR 0,85 PERSEN
Pemerintah mengeluarkan Surat Edaran melalui Menteri Ketenagakerjaan No. B-M/383/HI
01.00/XI 2021 terkait upah UMK Batam 2022. Edaran tersebut menetapkan UMK Kota Batam
Tahun 2022 naik sebesar Rp 35.429,51 menjadi Rp4.186.359, 51 atau naik sekitar 0,85 persen.
Aliansi serikat buruh di Kepulauan Riau tetap meminta pemerintah untuk naikan 10 peren atau
7 persen. Pihaknya menolak pembahasan UMK, landasannya menggunakan PP Nomor 35 tahun
2021.
"Kami tolak hasil pembahasan itu. Kita menolak UMK yang berdasarkan PP 35 tahun 2021. Kita
minta naik 10 persen," ujar Ketua DPD FSP LEM SPSI Kepri, Saiful Badri pada kepripedia, Rabu
(17/11).
Menurutnya, peraturan pemerintah Nomor 36 tahun 2021 tersebut tidak memilik empati
terhadap nasib buruh yang ada di tanah air tentang pengupahan dewan pengupahan tidak
diberikan kewenangan untuk menata UMK di daerah masing-masing.
"Kita juga telah menanyakan surat penolakan terkait pembahasan UMK di daerah. Kita sudah
menyikapi hal ini dengan konsolidasi bersama dan tetap menolak," tegas dia.
Selain itu, pihaknya juga meminta gubernur untuk dapat mengesahkan UMK dan UMP tahun
2021 yang kini belum ada statusnya dikeluarkan.
Sedang memuat..
"Naikan dulu UMK dan UMP 2021 dulu, baru bahas UMK 2022. Kita tetap tolak," ujar dia.
238

