Page 294 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 294

Sementara itu, Direktur Hubungan Kerja dan Pengupahan Kemnaker Dinar Titus Jogaswitani
              menjelaskan, upah minimum tidak berlaku bagi pekerja UMKM sudah ada di dalam undang-
              undang. "Dalam undang-undang dikatakan bahwa upah minimum dikecualikan bagi usaha mikro
              dan kecil," ujarnya.

              Dia menjelaskan, kriteria usaha yang masuk ke dalam kelas mikro dan kecil telah diatur dalam
              Peraturan  Pemerintah  (PP)  Nomor  7  Tahun  2021  tentang  Kemudahan,  Pelindungan,  dan
              Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

              PP tersebut menyebutkan usaha mikro memiliki modal usaha atau kekayaan bersih maksimal
              hingga Rp1 miliar dengan penjualan tahunan mencapai Rp2 miliar.

              Sedangkan, usaha kecil memiliki modal usaha atau kekayaan bersih dengan nilai antara Rp1
              miliar hingga Rp5 miliar. Penjualan tahunan usaha kecil memiliki nilai antara Rp2 miliar hingga
              Rp5 miliar.

              Kriteria tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan aturan sebelumnya dalam PP Nomor 20 Tahun
              2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

              Upah yang diberikan UMK kepada buruh nantinya disesuaikan dengan kesepakatan antara kedua
              belah  pihak.  "Tapi  sekurang-kurangnya  50  persen  dari  rata-rata  konsumsi  masyarakat  pada
              tingkat provinsi," ujar Dinar.

              Lanjutnya, kemudian dalam menetapkan persentase harus menghasilkan nilai upah sekurang-
              kurangnya sebesar 25 persen di atas garis kemiskinan. Bagi pelaku UMK dapat mengakses data
              rata-rata konsumsi masyarakat di situs Badan Pusat Statistik (BPS).

              Dinar  mengklaim  pengecualian  tersebut  dibuat  bagi  pelaku  UMK  untuk  melindungi  para
              pekerjanya. Kemudian, aturan upah bagi UMK ini juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan
              hidup  pekerja,  mengentaskan  kemiskinan,  dan  menjamin  pekerja  menjadi  peserta  program
              jaminan sosial. (ris/by/ran)





































                                                           293
   289   290   291   292   293   294   295   296   297   298   299