Page 340 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 340

Judul               Menaker: Upah Minimum Buruh di Indonesia Terlalu Tinggi
                Nama Media          Koran Solo
                Newstrend           Upah Minimum 2022
                Halaman/URL         Pg3
                Jurnalis            *
                Tanggal             2021-11-17 14:27:00
                Ukuran              254x316mmk
                Warna               Hitam/Putih
                AD Value            Rp 13.970.000

                News Value          Rp 41.910.000
                Kategori            Kementerian Ketenagakerjaan
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Positif




              MENAKER: UPAH MINIMUM BURUH DI INDONESIA TERLALU TINGGI
              Serikat buruh kembali menuntut kenaikan upah minimum pada 2022. Menteri Ketenagakerjaan
              Ida Fauziah mengatakan kondisi upah minimum di Indonesia saat ini terlalu tinggi. Tingginya
              upah minimum ini menyebabkan pengusaha sulit menjangkaunya. Hal ini diukur dengan suatu
              metode yang disebut Kaitz Indeks.

              'Terdapat suatu metode yang secara ntemasional di gunakan untuik mengukur tinggi rendahnya
              suatu upah minimum di suatu wilayah, yaitu dengan membandingkan besaran upah minimum
              yang berlaku dengan median upahnya [Kaitz Index ]," katanya di Jakarta, Selasa (16/11/2021).
              Besaran  upah  minimum  saat  ini  hampir  di  seluruh  wilayah  sudah  melebihi  median  upah.
              Indonesia bahkan menjadi satu-satunya negara dengan Kaitz Index lebih besar dari 1, di mana
              idealnya berada pada kisaran 0,4 sampai dengan 0,6. "Kondisi upah minimum yang terlalu tinggi
              tersebut  menyebabkan  sebagian  besar  pengusaha  tidak  mampu  menjangkaunya  dan  akan
              berdampak negatif terhadap implementasinya di lapangan," jelas Menaker.

              Hal tersebut, kata Ida, sudah sangat terlihat yaitu dengan upah minimum dijadikan upah efektif
              oleh pengusaha sehingga konsekuensi upah cenderung hanya mengikuti upah minimum tanpa
              didasari oleh kinerja individu.

              "Hal ini juga yang kemudian membuat teman-teman serikat pekerja atau serikat buruh lebih
              cenderung  menuntut  kenaikan  upah  minimum  dibandingkan  membicarakan  upah  berbasis
              kinerja atau produktivitas," tandasnya.
              Kendati  menunjukkan  kepedulian  terhadap  kesulitan  pengusaha  dalam  memenuhi  upah
              minimum  buruh,  Menaker  Ida  Fauziah  mengemukakan  ancaman  sanksi  pidana  kepada
              pengusaha yang tidak membayar upah sesuai ketentuan upah minimum. BaiK itu upah minimum
              provinsi (UMP) maupun upah minimum kota (UMK).
              Berdasarkan  Undang-Undang  Cipta  Kerja  saat  ini  sudah  tidak  ada  lagi  penangguhan  upah
              minimum  sehingga  seluruh  perusahaan  wajib  membayar  upah  sekurang-kurangnya  sebesar
              upah  minimum  2022  atau  sebesar  upah  minimum  sektor  (UMS)  yang  masih  berlaku.  "Bagi
              perusahaan yang membayar upah di bawah UM dikenakan sanksi pidana," kata Menaker Ida
              dalam konferensi pers, Jakarta, Selasa (16/11/2021).

                                                           339
   335   336   337   338   339   340   341   342   343   344   345