Page 345 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 345
Judul UMP Hanya Naik 1,09 Persen, Ekonom: Daya Beli Pekerja Rentan
Tergerus Inflasi
Nama Media tempo.co
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://bisnis.tempo.co/read/1529518/ump-hanya-naik-109-persen-
ekonom-daya-beli-pekerja-rentan-tergerus-inflasi
Jurnalis Caesar Akbar
Tanggal 2021-11-17 14:26:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menyoroti kenaikan
upah minimum provinsi atau 2022 yang rata-rata hanya 1,09 persen. Pasalnya, angka tersebut
berada di bawah proyeksi inflasi nasional 2022 yang bisa di atas 3-4 persen.
UMP HANYA NAIK 1,09 PERSEN, EKONOM: DAYA BELI PEKERJA RENTAN TERGERUS
INFLASI
TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira,
menyoroti kenaikan upah minimum provinsi atau 2022 yang rata-rata hanya 1,09 persen.
Pasalnya, angka tersebut berada di bawah proyeksi inflasi nasional 2022 yang bisa di atas 3-4
persen.
"Ini efeknya berarti daya beli kelas menengah dan pekerja rentan bisa tergerus inflasi," ujar
Bhima kepada Tempo, Rabu, 17 November 2021. Apabila itu terjadi, pemulihan daya beli dan
konsumsi rumah tangga pun akan terhambat .Upah minimum, kata Bhima, seharusnya naik di
atas inflasi plus pertumbuhan ekonomi agar masyarakat memiliki uang lebih untuk dibelanjakan.
Kalau itu dilakukan, pada ujungnya pun pengusaha akan diuntungkan. "Kalau naiknya cuma 1
persen, konsumsi masyarakat akan terpengaruh. Apalagi tahun depan ada penyesuaian PPN naik
dari 10 jadi 11 persen. Kebijakan perpajakan juga kan tidak mengakomodasi kepentingan
pekerja," tutur Bhima.
Situasi ini, menurut dia, berisiko menghambat daya beli masyarakat yang sekarang juga masih
dalam pemulihan. Apabila daya beli terimbas, maka pelaku usaha sektor retail juga dapat terkena
dampaknya.
12 Selanjutnya "Juga dengan kenaikan 1 persen tidak menjamin pengurangan pengangguran
dan pembukaan lapangan pekerjaan semakin bagus atau semakin meningkat. Belum tentu juga,"
ujar Bhima.
344

