Page 398 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 398

EKONOMI TERANCAM? 2 JUTA BURUH BAKAL MOGOK KERJA, KSPI: LEGAL DAN
              KONSTITUSIONAL
              Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menyatakan bahwa sebanyak
              2 juta buruh akan melakukan mogok kerja secara nasional pada awal Desember mendatang. Hal
              tersebut dilakukan terkait dengan upah murah yang dianggap lebih buruk dari era Orde Baru
              (Orba).

              Said  menyampaikan  pernyataan  itu  melalui  konferensi  pers  yang  digelar  secara  virtual  pada
              Selasa, 16 November 2021.

              Said menuturkan, terdapat dua agenda yang disoroti KSPI. Pertama, terkait dengan kenaikan
              upah minimum tahun 2022.

              “Agenda  pertama  adalah  sikap  KSPI  menolak  dengan  tegas  dan  keras  kebijakan  yang  telah
              dikeluarkan oleh pemerintah dalam hal ini Menteri Tenaga Kerja terkait dengan kenaikan upah
              minimum yang kalau dilihat rata-rata kenaikan upah minimum untuk tahun 2022 baik UMP di
              tingkat  Provinsi  maupun  UMK  tampaknya  nanti  UMK  di  tingkat  kabupaten/kota  hanya  1,09
              persen,” ujarnya dilansir Galajabar, Rabu, 17 November 2021.

              Agenda kedua, kata dia, terkait sikap pemerintah, dalam hal ini Menteri Ketenagakerjaan yang
              dinilai lebih mendukung kalangan pengusaha (pemilik modal) ketimbang kaum pekerja, buruh,
              dan pegawai.

              “Maka  KSPI  sudah  melakukan  koordinasi  dengan  beberapa  serikat-serikat  buruh  yang  lain,
              hampir lebih dari 60 federasi serikat buruh di tingkat nasional, dan lima konfederasi di tingkat
              nasional menyatakan akan menggelar mogok nasional,” ungkapnya.

              Menurutnya, mogok kerja ini sudah sesuai dengan konstitusional dan akan diikuti oleh 2 juta
              buruh.

              “Dan ini adalah legal, dan ini ada konstitusional. Daripada Menteri Tenaga Kerja menggunakan
              upah  minimum,  inkonstitusional.  Maka  kami  gunakan  cara  konstitusional,  yaitu  pemogokan
              nasional, dua juta buruh akan terlibat, ratusan ribu pabrik akan stop produksi di 30 lebih provinsi,
              ratusan kabupaten/kota,” jelas Said.

              Sementara untuk tanggalnya sendiri, Said mengatakan pihaknya tengah mencari hari yang tepat.

              “Sedang kami cari tanggalnya. Bisa saja tentatif, 6, 7, 8 Desember, tiga hari kita mogok nasional.
              Ini masih tentatif, belum ada keputusan resmi dari semua gabungan serikat buruh,” pungkasnya.

              Diketahui, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyampaikan rata-rata kenaikan upah
              minimum provinsi (UMP) 2022 sebesar 1,09 persen.

              Meski  begitu,  Kemnaker  menegaskan  angka  pastinya  tetap  berbeda-beda  di  masing-masing
              provinsi.
              Sebab,  nantinya  gubernur  yang  akan  menyesuaikannya  dengan  Peraturan  Pemerintah  (PP)
              Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. ***










                                                           397
   393   394   395   396   397   398   399   400   401   402   403